Sabtu, 28 Desember 2013

Hari ke 13: Dua Tahunku (tidak) Terbuang Sia-sia

Hai!

Sebentar lagi pergantian tahun nih! Momen akhir tahun seperti ini paling enak kalau diisi dengan melihat ke belakang, seberapa jauh perubahan yang telah kita lakukan sampai sekarang ini. Nah, momen ini juga akan aku manfaatkan untuk melihat seberapa jauh perubahanku selama 2 tahun ini.

Dua tahun yang lalu, di bulan Desember seperti saat ini, aku sedang disibukkan pementasan sebuah drama karya Putu Wijaya yang berjudul "Hah!" bersama teman-teman Kempongku. Kempong, Keluarga Rempong, panitia pementasan drama rombel 2 prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saat itu aku diberikan tanggung jawab menjadi penata rias di bawah pimpinan Angga Setyawan dan sutradara Liliek Handoko. Pengalaman bersama Kempong ini membuatku menyadari betapa susahnya mementaskan sebuah drama, betapa susahnya menciptakan sebuah karakter tokoh, dan betapa susahnya menjaga kestabilan mood dalam sebuah kebersamaan tim. Pengalaman ini yang membuatku tumbuh menjadi pribadi yang peka. Banyak mendengar lebih baik daripada berbicara berkoar-koar di depan.

KEMPONG!!!

Dua tahun lalu, aku masih menjalani masa-masa labil semester 5-ku. Lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain, nongkrong, dan pacaran. Yang terpikir dalam otakku lebih banyak untuk bersenang-senang dan menikmati indahnya semester 5. Lantas bagaimana dengan saat ini? Selama empat bulan terakhir ini bahkan aku baru bersenang-senang sekali. Itupun bersama teman-teman kantor yang belum begitu akrab. Untuk mendapatkan waktu berlibur dan bersenang-senang selama satu hari penuh saja sangat susah sekali. Akan tetapi aku tidak menyayangkan hal ini, karena yang ada di pikiranku saat ini hanyalah bekerja dan memanfaatkan diri bagi orang lain semaksimal mungkin. Sekarang ini aku justru mendapatkan perasaan senang ketika aku dapat memberikan pemahaman kepada siswa-siswiku. Aku menikmati kebahagiaan melihat adik-adik bimbinganku tumbuh pandai dan kreatif setiap harinya.

Dua tahun, waktu transisiku menuju awal kehidupan baru. Dulu bahkan aku tidak tahu apakah ibuku sehat? Sudahkan beliau makan hari ini? Dulu aku terlalu dimanjakan oleh kota rantau tempatku menuntut ilmu, sehingga untuk pulang menemui ibu seminggu sekali saja aku harus berpikir dua kali. Pada bulan Oktober kemarin, akhirnya aku menyelesaikan studiku dan kembali ke tanah kelahiranku. Kini aku sudah tidak lagi terbuai manja di pangkuan kota rantau. Keindahan kota rantau sudah mulai memudar seiring dengan semakin dekatnya aku pada Ibu. Kini aku dapat melihat Ibu setiap hari, memperhatikan beliau, dan berbakti kepada beliau. Aku bahkan sudah pernah membasuh kaki ibuku dengan kedua tanganku. Hal yang dulu tidak pernah aku bayangkan.

Semoga pencapaianku selama dua tahun ini akan terus berkembang lebih baik lagi ke depannya. Dan semoga tulisanku kali ini dapat menginspirasi kalian semua untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Selamat malam! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pembaca Dermawan nulis komentar, Pembaca Sopan follow Ulfah Mey Lida's Blog, Pembaca Budiman nulis komentar dan follow Ulfah Mey Lida's Blog.