Rabu, 31 Desember 2014

Ini Kilas Balikku, Bagaimana Denganmu?

Hai!

Selamat pagi di penghujung hari!

Aku rasa saat ini hampir semua orang menulis kilas baliknya selama satu tahun. Yah, tak terkecuali aku. Tapi itu hanya akan terjadi jika aku tidak melakukan kecerobohan kemarin. Hhhh. Aku masih gondok sebenarnya. Draft tulisan itu aku simpan di Keep, dan saat aku akan memindahkannya ke blogger, jari tanganku tidak sengaja menekan enter. Dan malangnya tidak ada pilihan undo di Keep. Maka musnahlah sudah semuanya. 

Ya sudahlah ya. Mungkin aku memang harus menutup lembaran kisah tahun ini dan segera membuka lembaran baru untuk masa kini. Sejujurnya tulisanku ini hanya untuk menyemarakkan tulisan akhir tahun 2014. Mengakhiri list postingan untuk tahun ini. 

Tidak usah khawatir, aku tidak akan mengecewakan kalian. Aku tetap akan menunjukkan kepada kalian unforgetable momentku selama 2014. Ini memori yang paling membekas di benakku. 

Banjir Jepara, Januari 2014.

Air masuk ke rumah pukul 02.00 WIIB. Saat itu aku dibangunkan Ibu dan mendapati kolong almariku sudah tergenang air.

Kami berusaha menyelamatkan barang berharga di rumah.

Lihatlah bagaimana banjir sukses mendekor ruang tamu rumahku.

Aku dan keluarga akhirnya menyerah pada keadaan dan pasrah ketika dievakuasi Tim SAR. 

Ini kondisi rumah tetangga depanku. Di hari pertama banjir, air sudah setinggi itu. Padahal banjir berlangsung selama seminggu. Tanpa ampun, air selalu naik tanpa surut sedikit pun.

Beberapa warga memilih tinggal di dalam rumah, meski air sudah setinggi dada.

Ini foto yang aku ambil dari teras pengungsian pertama. Air semakin naik, dan tempat pengungsian pun terancam. Akhirnya kami harus pindah ke pos pengungsian yang lain.

Aku sangat bersyukur berkesempatan hidup di pengungsian. Dengan begitu, aku dapat lebih menghargai limpahan air dan makanan yang selalu tersedia di rumah. Dan itu membuatku tak ingin menyia-nyiakan semuanya.

Ini kisah yang belum pernah aku ceritakan sebelumnya. Bukannya tidak ingin membagi, tapi aku benar-benar sudah disibukkan dengan pungutan puing-puing sisa banjir. Semua barang-barangku ludes dilahap banjir, termasuk koleksi bukuku. Aku bersikeras menyelamatkannya dari para pemasok barang loakan. Hampir 3 bulan aku memperbaiki kondisi buku-buku itu. Sekarang mereka sudah terpajang kembali di rak bukuku, walaupun agak sedikit bau.

Sekian dulu kilas balikku. Semoga dapat menambah wawasan dan pengalaman kalian. Yang pernah mengalami hal serupa, bisa share di commentbox ya!

Sabtu, 27 Desember 2014

Bagaimana Kalian Melewati ini?

Sebuah fase yang akan dan pernah dialami oleh semua orang. Sebuah ketimpangan yang memberikan kesenangan fana.
Sebuah proses yang dengan sadar kita pahami sebagai sesuatu yang berpengaruh buruk tapi tetap kita nikmati. Sesuatu yang harusnya kita hindari namun tak mampu kita ingkari.
Aku menyadari keberlangsungan proses ini. Oleh karenanya, aku tak ingin melewatkan fase ini dan menjadi manusia yang merugi. Justru aku akan menikmatinya selayaknya menikmati es krim sebelum ia mulai mencair.

Sabtu, 15 November 2014

(mungkin) Ini yang Semua Orang Idamkan

Hai!

Selamat Pagi!

Entah siapa yang salah. Entah pemimpin. Entah karyawan. Ketika di antara keduanya sudah tejadi ketimpangan, niscaya pekerjaan pun tidak akan terlaksana sebagaimana mestinya.



Pada hakikatnya, seorang pemimpin merupakan sosok yang dapat menjadi panutan. Sosok yang dapat diandalkan. Sosok yang dapat menegur ketika rakyat melakukan kekeliruan, serta dapat membetulkan yang menjadi kesalahan.

Selayaknya seorang rakyat/karyawan/bawahan, tugas utamanya adalah patuh kepada atasan. Mengerjakan apa yang telah diperintahkan. Mengemban tanggung jawab yang telah dibebankan. Dan mempertanggungjawabkan semua yang telah dikerjakan.

Sebuah skema yang seharusnya dapat terlaksana dengan cukup sederhana. Bukan hal yang muluk-muluk aku rasa. Akan tetapi, itu semua tak semudah mengeja pembentukan kata. Hal ini bahkan lebih rumit ketimbang mengembalikan rubik pada porosnya.

Masing-masing orang diciptakan dengan kemampuan berpikir yang berbeda. Nalar yang bekerja dalam masing-masing manusia tidak sama. Pola pikir yang disusun pun berbeda. Beberapa di antaranya bahkan memiliki kecenderungan mudah memutar-balikkan pikirannya. Sudah menjadi rahasia publik bahwa kaum Adamlah yang memiliki kecenderungan itu.

Lain lagi dengan perasaan. Kaum Hawa yang lebih banyak berkecimpung dalam ranah ini. Menimang-acuhkan perasaan sudah menjadi hal biasa. Tidak heran, banyak orang segan menggadaikan perasaan. Terlebih yang melibatkan kaum Hawa.


Aku tidak menyudutkan orang-orang yang bermuka dua. Pun orang dengan mulut berbisa. Karena kita tidak pernah bisa membuat orang memiliki pola pikir dan perasaan yang sama dengan kita. Mungkin dengan mengadu domba, mereka bisa mendapat perhatian dari pimpinan yang bersinggungan langsung dengan penghasilan bulanan. Mungkin pula dengan muka memelas mampu mengumpulkan simpati dari rekan kerja yang berkorelasi dengan bebas tugas tanpa tanggungan kerja. Mungkin.

Kadang aku tidak habis pikir. Sebenarnya apa yang mereka dapat dari itu semua. Layaknya karyawan yang suka cari muka, pimpinan pun bisa bermuka dua. Demi menjaga kekokohan tiang penyangga, hal itu sudah lumrah dilakukan aku rasa. Mengapa tidak? Semua orang memiliki sisi kemunafikan sendiri-sendiri. Untuk apa? Untuk menjaga kekokohan tiang penyangga!

Oh. Betapa jahatnya aku. Lantas, kau sebut apa orang-orang yang berkata "kerja untuk ibadah" namun serakah meminta jatah? CIH.

Memang susah hidup dalam kemunafikan, tapi lebih susah lagi hidup dalam ketertindasan. Ini alam Dunia. Orang baik selalu kalah dengan orang licik. Akan menjadi berbeda jika sudah berpindah di alam Baqa.

Hmmmmm, baiknya kita ambil simpulan dari semuanya. Etos kerja perlu ditegakkan. Bekerja sesuai dengan skema yang telah ditentukan. Dan, berhati-hatilah dengan lingkungan. Kawan bisa berarti lawan. 

See ya!

Selasa, 14 Oktober 2014

Mengharap Hujan di Bawah Terik

Selamat Siang!

Panas menyengat masih belum beranjak dari belahan dunia Tenggara sepertinya. Bahkan belakangan bermunculan fenomena alam yang sangat mengejutkan.

Fenomena Semarang
Fenomena Bekasi
Entah siapa penemu fenomena itu, yang jelas saat ini, saat aku menulis postingan ini, aku dalam kondisi kepayahan. Mencoba mengusir panas dengan sehelai amplop bekas. Padahal lokasiku tidak termasuk dalam dua fenomena yang aku temukan itu. Entahlah.

Tapi kawan, panas matahari tak sepanas hatiku saat ini. Sengatan mentari tak setajam pisau belati. Kini, aku sedang patah hati. Menampik kesedihan berhari-berhari membuat lukaku semakin tersayat dan perih. Luka yang menganga belum mampu aku obati. Mengharap ibu peri hadir dan membawa kedamaian di hati. 

Mengharap hujan di bawah terik. Menghapus dendam yang sempat mengusik.

Senin, 01 September 2014

Curhat (Tertunda) Seorang Wali Kelas

Hai!

Selamat Pagi!

Bagaimana kabar kalian? Kerjaan di kantor apa kabar? Berat badan turun berapa kilo? :))
Semoga apa yang aku harapkan sama dengan harapan kalian semua. :D

Ooh maafkan aku kalo di awal postingan sudah mengingatkan kalian pada kantor. Yah tapi itulah yang akan aku bahas kali ini. Kantor dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Hmmmm.

Pada Tahun Ajaran Baru ini, aku diberikan tanggung jawab untuk menjadi wali kelas XI di sekolah swasta, tempatku mengabdi. Syukur alhamdulillah, karena sudah dipercaya Bos Besar untuk menjadi wali siswa-siswi kelas XI yang notabene berpostur tubuh lebih besar dariku. Shock? Tentu saja! Tidak percaya diri? Jelas Ya! Tapi ini tugas dan amanat, jadi aku harus SIAP! Bos Besar memilihku pasti sudah mempertimbangkannya masak-masak. 

Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan dan Persiapan Grafika ini kalau ditotal keseluruhan siswanya memang tidak terlalu banyak. Namun hal itu belum bisa membuat kelegaan di hatiku ketika melihat daftar permasalahan mereka di catatan guru BK. Masha Allah. Tidur di kelas. Ketahuan merokok. Terlambat masuk sekolah satu minggu berturut-turut. Di kantin saat pelajaran berlangsung. Membolos. Lompat pagar. Tidak masuk tanpa keterangan berturut-turut.
Belum lagi catatan dari petugas TU berkaitan dengan daftar tunggakan administrasi siswa kelas XI. Masha Allah.
Dan seketika itu aku lemas tak berdaya. Wali kelas baru dengan riwayat permasalahan siswa tahun lalu. Baiklah, aku harus mempersiapkan segalanya dengan ekstra.

Sederet nama siswa bermasalah di kelasku sudah aku kantongi. Hal pertama yang aku lakukan adalah mengamati, memahami, dan membuktikan catatan-catatan "merah" itu. Waktu dua minggu pertama cukup untukku mendapatkan jawaban itu. Semua catatan itu terbukti benar, dan belum ada perubahan yang signifikan dari mereka. Langkah berikutnya, aku menemui wali kelas mereka yang terdahulu untuk mengkonfirmasi sekaligus berkonsultasi. Beliau ini sudah paham betul bahwa aku adalah seorang pemula. Oleh karenanya beliau tak segan membagi ilmu dan nasihat sebagai seorang wali kelas. Syukurlah.

Rutinitas dan irama kerja seorang wali kelas mulai bisa aku ikuti. Sebetulnya menyenangkan, hanya sedikit melelahkan ketika harus mendengar laporan guru-guru mapel tentang kondisi siswaku saat KBM mereka. Melelahkan karena yang mereka laporkan hampir semuanya sama. Awalnya aku geram mendengar itu semua. Sebagai seorang wali kelas, aku mempunyai kewajiban untuk menertibkan mereka. Beberapa prosedur penertiban yang berlaku di sekolahku sudah aku ikuti. Hingga pada akhirnya Waka Kesiswaan memutuskan untuk mengirimkan surat panggilan orang tua siswa tersebut.

Akan tetapi, apa yang terjadi selanjutnya? Tak seorang pun Wali Murid yang hadir memenuhi panggilan tersebut. Ketika aku konfirmasi, ternyata anak-anak mereka yang melarang mereka datang ke sekolah. Harus bagaimanalah aku?

Hal-hal semacam ini sering membuatku terbang ke lamunan masa lalu. Dulu ketika aku ada di posisi siswa, apa Wali Kelasku juga semacam ini? Dulu waktu aku sering terlambat masuk sekolah, apa Wali Kelas juga selalu mengamatiku? Ooh, sungguh maafkan aku Bapak, Ibu. Aku sungguh tidak tahu bahwa selama bertahun-tahun aku sudah menjadi salah satu beban di pikiranmu. 

Aku sungguh tidak ingin menyebut ini sebagai sebuah karma. Aku hanya beranggapan ini semua sekedar pelajaran berharga untukku sebagai seorang guru. Agar aku juga dapat merasakan apa yang dirasakan Wali Kelasku dulu. Itu.

Nih Ekspresi Wali Kelas Baru :D

Bagi kamu yang saat ini masih menjadi siswa dan siswi, pahamilah bahwa Bapak dan Ibu guru adalah orang tuamu di sekolah. Mereka yang menjaga, merawat, dan membesarkan kamu. Hargai mereka, sebagaimana kamu menghargai Bapak dan Ibu kandungmu. Itu saja.

Semoga bermanfaat. CIAO!

Sabtu, 26 Juli 2014

Review Ramadhan Umeylida Tahun Ini

Hai!

Selamat malam! Selamat malam ganjil ke dua puluh sembilan!

Sungguh waktu berjalan di luar kendali. Pagi siang malam selalu berganti hingga tak terasa bulan Ramadhan ini akan segera berakhir. 

Meski begitu, aku sangat sangat menikmati Ramadhan tahun ini. Betapa tidak. Tahun ini aku menjalani satu bulan penuh (terhitung sampai besok) bersama keluarga di rumah. Tujuh tahun yang lalu, aku selalu menghabiskan puasa Ramadhanku di tempat perantauan. Kali ini, setiap tiba waktu sahur dan buka puasa aku tak perlu pusing mencari makanan untuk disantap sendirian. Alhamdulillah :D

Selain itu, Ramadhan tahun ini aku laksanakan dalam balutan kehidupan baru. Pada bulan Januari kemarin aku pernah bercerita bahwa aku dan keluaga dilanda musibah yang terbilang besar. Alhamdulillah, saat tiba bulan Ramadhan, kami sudah mampu bangkit dan menjalani kehidupan normal bahkan lebih baik dari sebelumnya. 

Kehidupan baruku yang kedua yaitu aku sudah menyandang gelar "Guru". Masih lekat di benakku, Ramadhan tahun lalu aku masih menimang skripsiku untuk diajukan kepada dosen pembimbing dan penguji skripsi. Tahun ini, jerih payahku itu sedikit terbayar. Alhamdulillah, aku kini telah menjadi Guru yang mengabdi di salah satu sekolah swasta di daerahku.

Ada kehidupan baru, ada pula kehidupan lama yang tak lekang oleh waktu. Rutinitas buka bersama yang setiap tahun selalu diagendakan, tahun ini pun masih dilaksanakan. IPS 3 SMA 1 KUDUS '09. Mereka keluarga besar yang mengisi kisah kasih remajaku. Dan Alhamdulillah, silaturahmi kami masih terjaga hingga saat ini. Kegiatan tahunan Buka Bersama IPS 3 selalu menggugah semangat untuk menikmati puasa di setiap Ramadhan.

Tak ada yang memperdulikan waktu bila sedang bersama orang yang selalu kita tunggu.

Love you all, Guys! :*
Selain mereka, tahun ini aku juga mempunyai keluarga baru. Iddea Learning namanya. Lembaga Bimbingan Belajar yang sangat humble dan menyenangkan. Baru genap satu tahun ini aku masuk dalam Keluarga Besar Iddea Learning ini. Sejauh yang aku kenal, mereka semua menyenangkan. Bisa betah berlama-lama dengan mereka, para tutor dan pengelola Iddea Learning ini. Dan tahun ini tahun pertama aku buka bersama mereka.

Ini Ibu-Ibu tentor Iddea Learning. Bapak-Bapaknya pada anti foto, Pfft.

Dan beginilah akhir postingan malam ke dua puluh sembilan. Hari Raya sudah di depan  mata. Semoga puasa terakhir besok lancar dan kita (umat muslim) bisa merayakan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri. Amin.

Ciao! :3

Jumat, 04 Juli 2014

Liebster Award? Siapa Takut!

Hai!

Selamat malam!

Backsong: Ketaman asmoro - Didi Kempot.

Meskipun sudah memasuki ramadhan hari ke enam, tapi perkenankan aku mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi umat muslim sedunia. :)

Sebenarnya sepulang tarawih tadi, hatiku diliputi perasaan gundah gulana galau dewasa. Pulang dari masjid terseok-seok melangkahkan kaki ini menuju pintu rumah. Ketika mendapati laptop terbaring di atas tempat tidurku, hasrat untuk menjamahnya pun muncul. Perlahan mulai aku buka. Isi hati menginginkanku membuka ranah blogger. Baiklah. Aku buka dasbor bloggerku. Ada beberapa komentar baru. Hmmmm.

Komentar dari Sarah Yeareve (alamak, aku masih kesulitan mengucapkan namamu, Sar!), membuatkan lupa akan kegelisahan di hati tadi. Si mojang Bali ini memberiku liebster award. Liebster Award ini adalah penghargaan berantai dari satu blog ke blog lain dengan menulis 11 fakta tentang diri sendiri, menjawab 11 pertanyaan dari blog yang memilihnya, dan memberikan 11 pertanyaan kepada blog yang dipilihnya. Ribet? Asik kali! Yuk, cobain!


11 hal tentang aku:

1. Dianugerahi nama cantik "Ulfah Mey Lida" oleh orang tua sejak 22 tahun yang lalu.
2. Lahir di hari ke lima, bulan ke lima, tapi bukan anak ke lima.
3. Anak pertama dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan.
4. Keras kepala! Aku tidak menyalahkan zodiak bantengku, atau pun urutan kelahiran dalam susunan persaudaraanku. Kalau sudah diberikan anugerah keras kepala, ya mau diapakan lagi selain disyukuri. Betul? :))
5. Moody! Tiba-tiba marah, sejam kemudian ketawa ngakak. Lagi serius-seriusnya ngerjain tugas, tiba-tiba galau, sedih, lantas nangis. Begitulah..
6. Nggak kenal malu! Anda butuh agen pemasaran? saya ahlinya! Hahaha. Teman satu kantorku bahkan sempat tak menganggapku rekan kerjanya gara-gara aku kelewat ekstrem dalam promosi Penerimaan Peserta Didik Baru.
7. Ketakete! Aku kesulitan mencari istilah Bahasa Indonesia untuk sebutan ini. Semacam sok berani tapi untuk gegayaan saja. Paham maksudnya? 
8. Cerewet! Aku paling malas kalau tercipta suasana hening dalam sebuah percakapan. Untuk itulah aku berusaha membahas semua topik pembicaraan, meskipun itu tidak jelas juntrungannya. 
9. Sensitif. Kalian tau cangkang telur? Kira-kira seperti itulah gambaran perasaanku. Ditekan sedikit saja bisa retak, apalagi sampai digenggam erat. Hmmmm.
10. Aku suka nyanyi, tapi nggak bisa nyanyi. Hehe. ~ i'm okay.. i really am now.. just needed some times.. to figure things out.. ~ Cukup, tidak perlu kalian bayangkan suaraku.
11. Teramat ingin menjadi PNS yang sukses dan kaya raya. hahaha.

Itulah kesebelas hal tentangku yang mungkin ingin kalian ketahui. Lanjut, giliranku menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Sarah.

1. Nama lengkap lo siapa? Kalo ada, artinya apa?
Seperti yang sudah aku singgung di atas, nama lengkapku Ulfah Mey Lida. Kata Ibuk, Ulfah artinya seribu kasih sayang, Mey Lida artinya dilahirkan pada bulan Mei. Jadi kalau disimpulkan, namaku memiliki arti seribu kasih sayang yang tumpah ruah pada bulan Mei.

2. Blog lo isinya tentang apa?
Apa saja. Yaa memang dasarnya bukan blog niche sih ya, jadi isi blogku ini gado-gado. Ada curhatan, puisi, apresiasi, bahkan kontroversi.

3. Kenal blog sejak kapan? Dari mana/siapa? 
Kenal sejak kelas 10 SMA. Kalau tidak salah, dulu awalnya baca-baca majalah, lantas ada rubrik yang membahas tentang asiknya bloging. Iseng, aku buka blogger.com. Dulu sempat rajin ngeblog curhatan, lalu vakum beberapa tahun, dan sekarang eksis kembali dengan blog yang sama. Hal ini pernah aku ceritakan di sini.

4. Quote favorite lo?
"Membaca buku bagaikan menyalakan api, setiap suku kata yang dieja akan menjadi percik yang menerangi" Victor Hugo. Bagus kan? :)

5. Film dan novel yang udah menginspirasi lo apa aja?
Aku tidak bisa menyebutkan ini bisa dibilang menginspirasi atau bukan, Hampir sebagian besar serial novel Supernova mempengaruhiku dalam memainkan pola pikirku. Kalau film sepertinya belum ada.

6. Hobi lo apa?
Nyanyi! Tapi aku tidak bisa nyanyi! Nah lo. 

7. Superhero favorit lo siapa? Kenapa?
Emmmmm, pas boleh nggak?

8. Kejadian paling indah di hidup lo apa?
Merasakan kasih sayang dan cinta dari orang yang juga aku sayangi dan cintai.

9. Menurut lo Indonesia itu gimana?
Ribet. Nggak kerja ribet. Nyari kerja ribet. Udah kerja juga masih ribet.

10. Tulis 3 kata tentang diri lo dong.
Nyebelin tapi ngangenin.

11. Menurut lo blog gue gimana?
Simple minimalis, Sar! Sering-sering nulis dong! Nggak malu sama tahun sebelumnya? :D

Baiklah, cerita sudah, menjawab pertanyaan sudah, berarti giliran aku memberikan pertanyaan untuk kalian. Siap-siap!

1. Apa alasanmu bersedia mengikuti liebster award ini?
2. Nick Name friendstermu dulu apa?
3. Lebih sering pantengin grafik pengunjung atau berkunjung ke blog lain?
4. Siapa bloger favoritmu? Alasannya? Alamat blognya?
5. Berapa umurmu saat ini? 
6. Sebutkan prestasi membanggakan yang pernah kamu raih selama ini!
7. Boleh tau kampung halamanmu? Ceritakan dan sertakan foto kalau ada!
8. Jujur, seberapa taat kalian dalam beribadah?
9. Pernah membuat Ayah/Ibu nangis? Boleh tahu kenapa?
10. Kalau kamu lagi "jatuh", biasanya apa/siapa yang bisa nolong kamu?
11. Lagu favoritmu apa?

Fyuh. Akhirnya selesai juga kesebelasan liebster award ini. Sekarang giliran kalian! :D
Dan ini kesebelas teman blogger yang beruntung mendapatkan liebster award dari aku.
1. Dolli Yustisa
2. Rini Hastuti
3. Ashima
4. Arin Chui
5. Putri Pratista
6. Kevin Santoso
7. Mahasiswa Labil
8. Aiman Imtihanah
9. Arima Zeoo
10. Sakti Nugroho
11. Dhimasitem

Rabu, 25 Juni 2014

AIDS bukan SANTET

Hai!

Kalian pasti sudah tidak asing dengan istilah HIV/AIDS kan? Akan tetapi, adakah di antara kalian yang pernah berinteraksi dan menjalani hidup bersama para penderita itu??


Aku? Ya. Aku pernah, sedang, dan dalam rutinitas kehidupan bersama ODHA. ODHA adalah sebutan bagi pasien pemilik HIV+. Dulu, aku sering menganggap postingan semacam ini sebagai angin lalu. Kegiatan para relawan, kehidupan ODHA, dan kesulitan-kesulitan yang dialami ODHA sebagai dampak terindikasinya virus tersebut sering aku baca dalam keadaan tak serius.

Hal ini berubah 180 derajat semenjak aku mengenal "dia" dan "mereka". Lari ke sana ke mari, loncat dari blog satu ke blog yang lain, menemui orang A B C D Z, hanya untuk mengumpulkan informasi tentang hal ini. Dan bisa jadi, 1 desember nanti akan menjadi peringatan hari AIDS sedunia yang berbeda dari biasanya bagiku.

Sekadar mengingatkan dan kilas balik pengetahuan kalian mengenai HIV/AIDS ini, berikut aku tulis ulang postingan dari aids-ina.org berkaitan dengan informasi dasar HIV/AIDS.

Apa itu HIV?
HIV ada singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus yang menyebabkan rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia.

Bagaimana virus HIV bisa menimbulkan rusaknya sistem kekebalan manusia ?
Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak.

Dimanakah virus HIV ini berada ?
HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain

Apakah CD4 itu ?
CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. CD 4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD 4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol)

Apa fungsi sel CD4 ini sebenarnya ?
Sel yang mempunyai marker CD4 di permukaannya berfungsi untuk melawan berbagai macam infeksi. Di sekitar kita banyak sekali infeksi yang beredar, entah itu berada dalam udara, makanan ataupun minuman. Namun kita tidak setiap saat menjadi sakit, karena CD4 masih bisa berfungsi dengan baik untuk melawan infeksi ini. Jika CD4 berkurang, mikroorganisme yang patogen di sekitar kita tadi akan dengan mudah masuk ke tubuh kita dan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia

Apa gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS?
Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):

Gejala Mayor:
- Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
- Demensia/ HIV ensefalopati

Gejala Minor:
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata
- Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
- Kandidias orofaringeal
- Herpes simpleks kronis progresif
- Limfadenopati generalisata
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
- Retinitis virus sitomegalo

Kasus Dewasa:
Bila seorang dewasa (>12 tahun) dianggap AIDS apabila menunjukkan tes HIV positif dengan strategi pemeriksaan yang sesuai dengan sekurang-kurangnya 2 gejala mayor dan 1 gejala minor, dan gejala ini bukan disebabkan oleh keadaan lain yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV.

Bagaimana HIV menjadi AIDS?
Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:

1. Tahap 1: Periode Jendela 
- HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
- Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
- Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu - 6 bulan

2. Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
- HIV berkembang biak dalam tubuh
- Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
- Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
-Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)

3. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala) 
- Sistem kekebalan tubuh semakin turun
- Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
- Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya

4. Tahap 4: AIDS
- Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
- berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah

Yang ingin aku tekankan di sini adalah, ODHA bukanlah makhluk berbahaya yang perlu kita hindari. ODHA layak menjalani kehidupan seperti manusia pada umumnya. Dan tidak semua ODHA memperoleh HIV+ dari akhlak bejat mereka. Hampir sebagian besar ODHA adalah istri korban "kenakalan" suami. Apa salah para wanita pengabdi suami itu??

Satu hal lagi, AIDS bukanlah penyakit yang dikirimkan oleh dukun santet. AIDS bisa diobati dengan perawatan yang intensif. Dan AIDS, hanya bisa ditularkan melalui alat kelamin dan jarum suntik!

Terus terang saja, aku bisa naik darah apabila mendengar orang awam mendiagnosa dan menyimpulkan gejala penyakit AIDS ini sebagai santet! Dan lebih naik darah lagi apabila ada orang yang "jaga jarak" apalagi mengucilkan ODHA. Ya Tuhan, siapa pun kalian yang membaca tulisan ini, please, buka mata, buka pikiran, dan buka hati kalian.

Selasa, 24 Juni 2014

Ujung-ujungnya Politik!

Hai!

Selamat malam!

Membaca buku bagaikan menyalakan api, setiap suku kata yang dieja akan menjadi percik yang menerangi.” –Victor Hugo-


Sungguh bukan pemandangan yang menyenangkan melihat pemuda-pemudi desa menjalankan rutinitas keluarga, membuat batu bata. Bukan karena mereka yang bertelanjang dada, namun karena pendidikan yang tidak ada. Faktor pemicunya tidak lain seperti orang Indonesia pada umumnya, biaya. Dengan dalih keterbatasan ekonomi keluarga dan biaya sekolah yang tidak ada, mereka “dipaksa” menjalankan rutinitas regenerasi membuat batu bata. 

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan rutinitas tersebut. Sebagai seorang anak, tentu perbuatan yang mulia menjalankan perintah dan amanah orang tua. Akan tetapi jika menilik pada usia mereka, perasaan miris itu datang secara tiba-tiba. Mereka yang seharusnya duduk di bangku kelas, malah rela berjongkok di bawah terik yang menganga. Mereka yang seharusnya lincah menggores kertas dengan tinta,  malah cekatan memainkan cetakan batu bata. Dan mereka yang seharusnya mengikuti rutinitas menyimak, belajar, mengerjakan, dan ujian, malah menjalankan rutinitas menyiapkan, mencetak, membersihkan, dan membakar. Itu mereka lakukan setiap hari sejak pagi buta.

Miris memang, namun itu hanya sepenggal kisah tentang anak pembuat batu bata. Ada pula, mereka yang masih dalam usia sekolah justru memilih hengkang dari sekolah dan tertarik mengikuti rutinitas seperti teman-teman satu  kampungnya. Padahal dari segi ekonomi, mereka terbilang mampu. Barangkali mereka merasa malu karena masih memakai seragam di saat teman-temannya sudah mulai menghasilkan uang. Malu dan akhirnya membuat mereka frustasi. Frustasi yang kemudian membuat mereka duduk berlama-lama di warung kopi. Mencecap manis di antara gumpalan kopi serta menghirup asap nikotin.

Mungkin ini merupakan satu di antara ratusan masalah yang ada di negeri tercinta Indonesia ini. Mengentaskan kemiskinan dan buta aksara sudah menjadi program sejak zaman Megawati. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi, masyarakat miskin semakin miskin, dan yang bodoh tetap tak mau bergeming. Lantas, kepada siapa lagi kami menggantungkan masa depan negeri? Kepada Bapak Jokowi? Atau pada partai Merah Putih yang sedang berkoalisi?

Entahlah, aku sendiri tak mengerti kenapa postingan kali ini menjadi tak menentu begini. Mungkin kita bisa mengetahui jawabannya setelah pesan-pesan berikut ini. CIAO!

Minggu, 22 Juni 2014

Tidak Perlu Dibaca

Hai!

Bahagia itu antara aku dan kamu.
Bahagia itu jika ada aku dan kamu.
Bahagia itu milik aku dan kamu.

Seperti jejak dan langkah.
Seperti duka dan hampa.
Seperti rindu dan cemburu yang beradu.

:)




Jumat, 30 Mei 2014

Cerita Kita Tak Sesingkat Senja

Hai!


Entah kapan terakhir kali aku memimpikan senja di akhir purnama. Merengkuh setiap rona jingga dalam bias cahaya bersama seorang pujangga. Menikmati buih demi buih yang membawa senja pada titik pudarnya.

Entah sejak kapan aku terbiasa mendambanya. Menanti saat-saat Surya mendekat pada pusara. Hingga tergambar awan mega jingga merona.

Entah..

Entah harus kugambarkan dengan apa, saat kemarin kamu membawaku pada pujaanku itu. Rona di wajahku hampir sama seperti rona langit sore itu. Kicauan burung senja seperti meneriakkan kerinduan. Kerinduan yang tak pernah pudar meski waktu enggan memberi kesempatan. 

Kemarin, akhirnya, aku bisa meneriakkan, senandung senja, bersama orang yang paling kudamba. Berkecipak pada jingga dalam tawa yang menggema. Dan membisikkan nafas cinta di kala senja mulai menggelayut manja.


Terima kasih telah setia menanti senja sejak cinta masih belia. Selalu memberikan rona jingga pada hati yang memuja. Dan menjaga pesonanya agar tak pudar di lesapan bayang-bayang.


Aku nantikan senja di penghujung purnama berikutnya. 

Salam sayang.

Selasa, 06 Mei 2014

Harapan yang Datang dari Hati yang Berharap

Hai!

Baru kemarin postingan terakhir terbit, malam ini sudah kepingin nulis lagi. Ahhh, Mei memang selalu mengusik hati.

Sebenarnya aku tidak sedang bersuka cita, hati ini justru terasa hampa tatkala bercengkrama dengan saudara seusai senja. Tadi, aku memergoki saudara yang saat ini duduk di bangku kelas sembilan sedang bersantai di teras rumahnya. 

"Mbokya belajar, wong besok masih UN. Bahasa Inggris kan?"

Tak ada jawaban. Lantas aku tegur kembali.

"Nggak mau belajar?"

"Nggak punya bukunya." menjawab teguranku dengan muka nanar.

Astaga! Seketika itu pikiranku tersadar dan kembali ke beberapa bulan yang lalu. Ketika desa kami di landa banjir besar, sawah rumah tenggelam, harta benda melayang. Termasuk buku-buku pelajaran. Saat itu kami tidak sempat menyelamatkan apapun kecuali nyawa kami dan orang terdekat. 

Seketika hati ini miris. Sedih, membayangkan siswa yang hendak ujian harus terlantar karena tak punya materi yang hendak dikhatamkan. Seperti merajut tanpa benang. Meski ada jarum dan kemauan, namun tetap tak bisa ciptakan baju rajutan. Bagaimanalah ini?

Aku tak kuasa membayangkan anak itu mengerjakan soal-soal berbahasa Inggris besok. Memahami pertanyaannya saja dia kesulitan apalagi harus memilih jawaban yang benar. Tanggung jawab siapakah ini? Guru? Orang tua? Saudara?

Dan ketika pertanyaan-pertanyaan itu terlontar, maka akulah yang harus disalahkan. Aku seorang guru. Aku terhitung saudara dari anak itu. Dan aku calon orang tua.

Aku tahu aku salah. Aku juga tahu aku harus bertanggung jawab. Tapi bagaimanalah? Sedang benang pun aku tak punya. Jarumku tak mampu merajut menebus kesalahan dengan harapan semu.

Picture by www.adaptive-edge.com 

Senin, 05 Mei 2014

Tentang 5 Mei dan Ujian Nasional!

Hai!

Selamat malam! Selamat tanggal 5 Mei! :D

Logo Google untuk tanggal 5 Mei :D

Ucap syukur tak henti-hentinya aku lakukan hari ini. Syukur atas kelancaran UN Bahasa Indonesia hari ini dan syukur atas limpahan rahmat kepadaku hingga aku dapat merasakan kehangatan kasih sayang bersama orang-orang terdekatku hingga usia 22 tahun. Mendapat ucapan, bingkisan, hingga kejutan dari orang-orang terdekat merupakan kebahagiaan terindah bagiku.

Hari sebelumnya, tanggal 4 Mei 2014 kemarin, aku sebetulnya sempat lupa hari besarku sendiri. Seharian memberikan pemadatan materi UN kepada siswa-siswiku membuat pikiranku hanya terfokus pada UN dan keberhasilan siswa-siswiku menghadapinya. UN, UN, dan UN. Bahkan sepulang menunaikan pekerjaan memberi pemadatan materi itu, aku masih harus menyelesaikan kecamuk pikiranku akan beberapa materi Bahasa Indonesia yang terindikasi rancu dan ambigu. Berdiskusi bersama teman sejurusan, bertukar pendapat, dan saling memberi masukan hingga aku tertidur dan masih belum menyadari bahwa besok ulang tahunku. Bahwa aku lupa ritual menunggu jam 12 malam hingga ada orang pertama yang mengucapkan. 

Sampai pagi hari tadi, jika tidak mendapat pesan suara dari Temmy Deny Saputro pun, aku masih tidak sadar bahwa hari ini hari ulang tahunku. Yang aku tahu hanyalah UN Bahasa Indonesia sudah di depan mata.

Meskipun beberapa teman mengabarkan UN hari ini berjalan rempong-lancar, aku tetap bersyukur tidak menerima keluhan atau protes siswa-siswiku. Biasanya jika mereka tidak puas dengan ujian yang mereka kerjakan, mereka akan langsung menghubungiku. Alhamdulillah, hari ini tidak. Setelah aku konfirmasi ke beberapa anak, jawaban mereka pun cukup melegakan. Syukurlah.

Lantas, apa kabar hari ulang tahunku?

Hehehe.

Hari ini aku mendapat banyak sekali ucapan selamat, beribu doa, sepucuk surat cinta, satu paket kiriman pos, dan dua kali surprise beserta tiup lilinnya. Betapa indahnya hidup ini! Pulang kerja, masuk rumah sudah disambut keluarga dengan kue tartnya, plus paket kiriman pos yang sudah tergeletak di atas tempat tidur. Dilanjutkan selepas magrib, tamu istimewa datang dengan mengendap-endap membawa kue tart berhias lilin angka dua puluh dua. Betama romantisnya dia!

Tiup lilin pertama

Suapin Ibuk, malah fotonya burem -__-

Tiup lilin ke dua :D

Paket kiriman pos

Sepucuk surat cinta! :*

Terima kasih Tuhan, sudah menghadirkan malaikat-malaikat itu untukku. Terima kasih atas kenikmatan selama dua puluh dua tahun. Dan terima kasih untuk semua yang telah Kau berikan kepadaku.

Kebahagiaan, sesederhana mendapat kejutan. Selamat beristirahat, Kawan. :)

***

Bulatan penuh rembulan malam
Bintang gemintang mengusir kelam
Melukis indah langit purnama
Dalam aroma rasa bahagia

Lima nol lima sembilan dua
Mengurai kasih dari keluarga
Mencecap bahagia rasa di dunia
Menyimpan harap yang selalu ada
Agar kasih bahagia dapat abadi terjaga

***

Rabu, 30 April 2014

Anda Pengangguran?

Hai!

Anda pengangguran?

Butuh pekerjaan?

Postingan ini solusinya!

Hahaha.

Ini serius, guys. Saat ini aku sedang butuh beberapa tenaga ahli di bidang jahit, khususnya pakaian wanita. Siapapun kalian, jika memenuhi kualifikasi, silakan segera mendaftarkan diri.


Jangan lupa beritahukan kepada kakak, adik, sepupu, teman, gebetan, pacar, mantan, atau siapapun yang menurut kalian memenuhi kualifikasi. Okay?

Salam Super.
:D

Aku Bangga Bertradisi dan Berbudaya Indonesia

Hai!

Selamat malam! Postingan akhir bulan nih! Hahaha, lama-lama blog ini jadi blog akhir bulan gegara si empunya malas nulis. Ups!

Tak apalah ya, mau akhir bulan, awal bulan, atau akhir tahun sekalipun, yang penting blognya masih kopenan (terawat, red).

Baiklah, mari kita mulai kisah bulan April ini. Ada beberapa pengalaman yang mengesankan pun yang mengecewakan. Kita awali dengan yang mengecewakan dulu agar postingan ini nanti dapat Happy ending! Yiiihhhhaaa! :D

Aku gagal lolos seleksi sebagai pengajar di sekolah swasta yang terbilang bonafit. Apalah mau dikata, jalanku bukan di sana. Sungguh luar biasa dapat berkesempatan mengikuti tahapan seleksi bersama orang-orang kompeten di sekolah itu. Setidaknya aku sudah berusaha maksimal, jika nilaiku masih berada di peringkat kedua dan yang dibutuhkan hanyalah satu orang peraih peringkat pertama, aku harus legowo. Begitu kurang lebihnya yang dikatakan orang Jawa.

Mengikuti dan terlibat langsung di acara ODOLAN (Olimpiade Dolanan Anak) di Rumah Belajar Ilalang. Tepatnya hari minggu kemarin, tanggal 27 April 2014, RBI (Rumah Belajar Ilalang) kedatangan banyak sekali tamu. Ada yang mash ingat tentang RBI ini? Dulu aku pernah menceritanyya di sini, yang belum tahu silakan langsung menuju ke TKP. Tepatnya hari Minggu tanggal 27 Arpil kemarin, RBI kedatangan tamu yang sangat meriah. Agenda Odolan tahun ini memang sengaja mengundang teman-teman dari berbagai komunitas yang ada di Indonesia. Kehadiran mereka inilah yang membuat suasana Odolan 2014 semakin semarak.


Menyenangkan sekali bisa terlibat di tengah-tengah tawa keceriaan adik-adik di sana. Ada yang ikut lomba Egrang, Dakon, Bekelan, hingga Gobak Sodor. Eitss, berhenti sebentar. Ada yang tidak mengenal permainan-permainan itu? Browsng gih!


Ninggalin jejak dulu ahh ~

Serbuuuuu!!!
Meskipun telat, tetap ninggalin jejak! Hhaaa!

Ceplok! :D

Seruuuu! Lucuuuu! Gemessss! daaaann Menyenangkan!!!

Gobak Sodor nih!

Hayoo ameh neng ndi kuwe? Tak cekel! Eitss Eitss Eitss!! 

Sibuk berkreasi niyee..

Mendongeng bersama kakak dari SIGI

Akan tetapi, ada satu hal yang menjadi ironi dalam agenda ini. Sebagian besar adik-adik yang mengikuti lomba, belum mengetahui jenis permainan dan aturan mainnya. Kami sebagai panitia hampir gila karena harus menjelaskan berulang-ulang kepada para peserta lomba sampai mereka paham permainan tersebut. Dulu, semasa aku kecil, justru aku yang menjelaskan permainan tradisonal semacam itu kepada kakak-kakakku, para orang dewasa. Dan sepertinya dunia memang benar-benar sudah terbalik. Anak kecil zaman sekarang lebih menyukai gedget dan orang dewasa tenggelam dalam nostalgianya bersama permainan tradisonal yang kini terancam punah.

Maka, terpujilah pemuda-pemudi Indonesia yang tergugah nuraninya untuk mempopulerkan kembali budaya tradisional, termasuk kakak-kakak Ranger Rumah Belajar Ilalang yang menyelenggarakan Odolan ini.

Selain agenda Odolan, bulan April kemarin juga telah diselenggarakan acara tahunan Klenteng Welahan yang dikenal dengan acara Shang Gwek. Aku sendiri tidak begitu tahu sejarah diadakannya ritual ini, namun sejak aku kecil agenda ini rutin dilakukan setiap tahunnya sebagai ritual di Klenteng Welahan. Semua masyarakat Tionghoa seluruh Indonesia tumpah ruah dalam acara ini. Aku sendiri beberapa kali ikut menyaksikan ritual ini karena memang dibuka untuk umum. Bisa bayangkan betapa semrawutnya Welahan pada saat itu? 



Selfie lintas agama :D


Itulah ringkasan kegiatanku selama sebulan ini. Tidak terlalu menarik memang, namun semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kalian.

Besok sudah Mei! Bulan kesukaanku dari dua belas bulan yang ada di kalender. Semoga menjadi bulan keberuntunganku di tahun ini. Amin. 

Sampai jumpa lagi! :D

Senin, 31 Maret 2014

Persiapan Menghadapi Ujian antara Guru dan Siswa

Hai!

Selamat malam!

Bagaimana long weekend kalian? Apakah menyedihkan? Well, aku berharap kalian bernasib sama sepertiku, menghabiskan long weekend dengan setumpuk pekerjaan. Hahaha.

Hampir sebulan ini aku sama sekali tidak produktif dalam tulisan di blog. Bukan karena aku melupakan, justru selalu aku pikirkan karena aku merasa telah mencampakkan. Akhir-akhir ini aku sangat disibukkan dengan urusan ujian. Eits, bukan bukan, ini bukan tentang ujian hidup, tapi ujian dalam lingkup pendidikan, Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional. Ya, ini tentang profesiku saat ini, seorang pendidik. 

Memasuki pertengahan tahun semacam ini, orang-orang yang bekerja dalam instansi pendidikan seperti aku ini sangat disibukkan dengan urusan ujian, ujian kelulusan lebih tepatnya. Entah itu berkaitan dengan siswa, entah berkaitan dengan atasan, atau pun berkaitan dengan sekolah. Well, kali ini, aku akan membagi pengalamanku menjelang ujian selamaku menjadi siswa dan menjadi seorang pendidik. 



Menjelang Ujian Ketika Menjadi Siswa

6 bulan sebelum hari ujian: mendaftarkan diri di lembaga bimbingan belajar untuk jam tambahan di luar sekolah. Jam tambahan ini hanya untuk mata pelajaran yang diikutkan dalam Ujian Nasional, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA/IPS.

3 bulan sebelum hari ujian: mendapat pengumuman tentang jam tambahan di sekolah. Baiklah, harus berkurang lagi jam tidurku. Pikirku saat itu.

2 bulan sebelum hari ujian: jadwal try out mulai bergentayangan. Belanja perlengkapan ujian! Beli pensil 2b, beli penghapus pensil 2b, beli penggaris ujian, beli alas papan untuk ujian. Ooh senangnya, peralatan sekolah baru!

45 hari sebelum hari ujian: jadwal ujian praktik sudah ditempel! Ooh, bagaimanalah ini! Konsultasi kepada pengajar di bimbingan belajar, meminta bantuan menulis naskah pidato, materi praktikum, hingga bacaan salat jenazah.

30 hari sebelum hari ujian: jadwal ujian sekolah sudah ditempel! Aduh! Daftar pustaka itu urutannya: nama penulis, tahun terbit, sin, cos, massa jenis, usaha, aduuhhhh! Bagaimanalah ini!

15 hari sebelum hari ujian: refreshing.. refreshing.. refreshing.. Biarkan otak bernapas, biarkan mata berjalan-jalan, biarkan tangan menapak pemandangan. Ooh segarnya..

7 hari sebelum hari ujian: istighosah men! Doa bersama teman-teman, dipimpin oleh bapak ustadz. Mengumpulkan pensil dan penghapus yang akan digunakan ujian, dan menyerahkannyakepada bapak ustadz untuk dibacakan doa. 

picture by smkn7semarang.blogspot.com

1 hari sebelum hari ujian: broadcast sms! Minta maaf kepada semua orang yang ada di kontak HP dan minta didoakan untuk kelancaran ujian. Kalau yang satu ini jujur aku juga bingung, jika saat ini aku dapat sms semacam ini, aku pasti berpikir orang itu besok akan meninggal. Dan dulu aku melakukan ritual sebagai si pengirim sms. Entah apa yang ada di pikiran orang-orang yang menerima smsku dulu. #inihina

Itu semua merupakan kesibukanku menjelang ujian ketika menjadi seorang siswa. Kini posisiku sudah berganti menjadi seorang pendidik. Sosok yang dulu selalu aku perhatikan ketika berbicara di depan kelas. Dulu aku pikir menjadi sosok tersebut pastilah tidak sepusing siswa yang akan berperang menghadi ujian. Aku pikir beban pendidik lebih ringan ketimbang siswa menjelang Ujian Akhir Nasional. Ternyata..

Menjelang Ujian Ketika Menjadi Pendidik

6 bulan sebelum hari ujian: menyiapkan materi mulai dari semester 1 sampai semester 6 untuk disampaikan kepada siswa. Mempelajari materi tersebut, menyusun strategi agar dapat mudah dipahami oleh siswa.

5 bulan sebelum hari ujian: rapat bedah SKL satu kabupaten. Mengkategorikan materi mulai dari golongan paling sulit dipahami hingga paling mudah dipahami.

4 bulan sebelum hari ujian: menindaklanjuti hasil rapat bedah SKL. Merumuskan strategi kembali, mensiasati materi-materi yang tergolong dalam kategori sulit dipahami.

3 bulan sebelum hari ujian: jam tambahan mulai dilaksanakan di sekolah. Saatnya menjalakan strategi yang sudah dipersiapkan. Rapat persiapan ujian mulai dilaksanakan.

2 bulan sebelum hari ujian: saatnya pemanasan ujian dilakukan. Surat edaran try out dibagikan. SK pembuatan soal try out diberikan. Rapat pelaksanaan ujian praktik dilakukan.

Kerjaan tambahan nih!

45 hari sebelum hari ujian: mengoreksi hasil try out siswa, menganalisis kesalahan, membuat strategi baru untuk materi yang belum dikuasai siswa, sembari mempersiapkan soal ujian praktik.

30 hari sebelum hari ujian: rapat pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah. Pengawasan dalam kegiatan belajar siswa diperketat. Mulut berbusa.. Pikiran meletup-letup.. 

Kesibukan menjelang ujian ketika menjadi pendidik berakhir di sini, karena saat ini aku sedang dalam fase ini. Ketika menulis postingan kali ini pun, aku baru saja pulang dari memberikan pelajaran tambahan di luar sekolah. Saat ini aku memang berprofesi sebagai pendidik di dua tempat. Pagi di sekolah, sore di lembaga. Dan besok pagi siswa-siswiku akan menghadapi Ujian Akhir Sekolahnya, jadi seharian tadi aku memberikan perlajaran tambahan untuk persiapan menghadapi ujian tersebut.

Tidak perlu kalian bandingkan antara kesibukan menjelang ujian ketika menjadi siswa dan ketika menjadi pendidik. Aku hanya berharap kesibukan menjelang ujian siswa siswiku tidak seperti aku. Ooh, semoga kalian diberi kelancaran dalam mengerjakan ujian besok. Amin.

picture by masramdahsyat.blogspot.com

Oh iya, "..... sebelum hari ujian" yang aku maksudkan adalah Ujian Akhir Nasional ya. Ujian tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 14-16 April 2014 untuk jenjang SMA dan tanggal 5-8 Mei 2014 untuk jenjang SMP. Satu lagi, kesibukan menjelang ujian yang aku ceritakan di atas silakan kalian terapkan jika itu menurut kalian baik, karena dalam menghadapi ujian, tidak hanya siswa yang kerepotan, pendidik pun kalangkabut mempersiapkan semuanya.

Untuk siswa-siswiku, tingkatkan intensitas belajar kalian, perbanyak latihan soal, selalu bertanya jika menemui kesulitan. Dan tetap jangan lupakan makan juga hiburan. Itu penting untuk kondisi psikologis kalian.

SUKSES! :)