Senin, 05 Mei 2014

Tentang 5 Mei dan Ujian Nasional!

Hai!

Selamat malam! Selamat tanggal 5 Mei! :D

Logo Google untuk tanggal 5 Mei :D

Ucap syukur tak henti-hentinya aku lakukan hari ini. Syukur atas kelancaran UN Bahasa Indonesia hari ini dan syukur atas limpahan rahmat kepadaku hingga aku dapat merasakan kehangatan kasih sayang bersama orang-orang terdekatku hingga usia 22 tahun. Mendapat ucapan, bingkisan, hingga kejutan dari orang-orang terdekat merupakan kebahagiaan terindah bagiku.

Hari sebelumnya, tanggal 4 Mei 2014 kemarin, aku sebetulnya sempat lupa hari besarku sendiri. Seharian memberikan pemadatan materi UN kepada siswa-siswiku membuat pikiranku hanya terfokus pada UN dan keberhasilan siswa-siswiku menghadapinya. UN, UN, dan UN. Bahkan sepulang menunaikan pekerjaan memberi pemadatan materi itu, aku masih harus menyelesaikan kecamuk pikiranku akan beberapa materi Bahasa Indonesia yang terindikasi rancu dan ambigu. Berdiskusi bersama teman sejurusan, bertukar pendapat, dan saling memberi masukan hingga aku tertidur dan masih belum menyadari bahwa besok ulang tahunku. Bahwa aku lupa ritual menunggu jam 12 malam hingga ada orang pertama yang mengucapkan. 

Sampai pagi hari tadi, jika tidak mendapat pesan suara dari Temmy Deny Saputro pun, aku masih tidak sadar bahwa hari ini hari ulang tahunku. Yang aku tahu hanyalah UN Bahasa Indonesia sudah di depan mata.

Meskipun beberapa teman mengabarkan UN hari ini berjalan rempong-lancar, aku tetap bersyukur tidak menerima keluhan atau protes siswa-siswiku. Biasanya jika mereka tidak puas dengan ujian yang mereka kerjakan, mereka akan langsung menghubungiku. Alhamdulillah, hari ini tidak. Setelah aku konfirmasi ke beberapa anak, jawaban mereka pun cukup melegakan. Syukurlah.

Lantas, apa kabar hari ulang tahunku?

Hehehe.

Hari ini aku mendapat banyak sekali ucapan selamat, beribu doa, sepucuk surat cinta, satu paket kiriman pos, dan dua kali surprise beserta tiup lilinnya. Betapa indahnya hidup ini! Pulang kerja, masuk rumah sudah disambut keluarga dengan kue tartnya, plus paket kiriman pos yang sudah tergeletak di atas tempat tidur. Dilanjutkan selepas magrib, tamu istimewa datang dengan mengendap-endap membawa kue tart berhias lilin angka dua puluh dua. Betama romantisnya dia!

Tiup lilin pertama

Suapin Ibuk, malah fotonya burem -__-

Tiup lilin ke dua :D

Paket kiriman pos

Sepucuk surat cinta! :*

Terima kasih Tuhan, sudah menghadirkan malaikat-malaikat itu untukku. Terima kasih atas kenikmatan selama dua puluh dua tahun. Dan terima kasih untuk semua yang telah Kau berikan kepadaku.

Kebahagiaan, sesederhana mendapat kejutan. Selamat beristirahat, Kawan. :)

***

Bulatan penuh rembulan malam
Bintang gemintang mengusir kelam
Melukis indah langit purnama
Dalam aroma rasa bahagia

Lima nol lima sembilan dua
Mengurai kasih dari keluarga
Mencecap bahagia rasa di dunia
Menyimpan harap yang selalu ada
Agar kasih bahagia dapat abadi terjaga

***

3 komentar:

Pembaca Dermawan nulis komentar, Pembaca Sopan follow Ulfah Mey Lida's Blog, Pembaca Budiman nulis komentar dan follow Ulfah Mey Lida's Blog.