Selasa, 14 Oktober 2014

Mengharap Hujan di Bawah Terik

Selamat Siang!

Panas menyengat masih belum beranjak dari belahan dunia Tenggara sepertinya. Bahkan belakangan bermunculan fenomena alam yang sangat mengejutkan.

Fenomena Semarang
Fenomena Bekasi
Entah siapa penemu fenomena itu, yang jelas saat ini, saat aku menulis postingan ini, aku dalam kondisi kepayahan. Mencoba mengusir panas dengan sehelai amplop bekas. Padahal lokasiku tidak termasuk dalam dua fenomena yang aku temukan itu. Entahlah.

Tapi kawan, panas matahari tak sepanas hatiku saat ini. Sengatan mentari tak setajam pisau belati. Kini, aku sedang patah hati. Menampik kesedihan berhari-berhari membuat lukaku semakin tersayat dan perih. Luka yang menganga belum mampu aku obati. Mengharap ibu peri hadir dan membawa kedamaian di hati. 

Mengharap hujan di bawah terik. Menghapus dendam yang sempat mengusik.

4 komentar:

Pembaca Dermawan nulis komentar, Pembaca Sopan follow Ulfah Mey Lida's Blog, Pembaca Budiman nulis komentar dan follow Ulfah Mey Lida's Blog.