Laman

Tampilkan postingan dengan label Salam Halo Dariku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salam Halo Dariku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Juli 2014

Liebster Award? Siapa Takut!

Hai!

Selamat malam!

Backsong: Ketaman asmoro - Didi Kempot.

Meskipun sudah memasuki ramadhan hari ke enam, tapi perkenankan aku mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi umat muslim sedunia. :)

Sebenarnya sepulang tarawih tadi, hatiku diliputi perasaan gundah gulana galau dewasa. Pulang dari masjid terseok-seok melangkahkan kaki ini menuju pintu rumah. Ketika mendapati laptop terbaring di atas tempat tidurku, hasrat untuk menjamahnya pun muncul. Perlahan mulai aku buka. Isi hati menginginkanku membuka ranah blogger. Baiklah. Aku buka dasbor bloggerku. Ada beberapa komentar baru. Hmmmm.

Komentar dari Sarah Yeareve (alamak, aku masih kesulitan mengucapkan namamu, Sar!), membuatkan lupa akan kegelisahan di hati tadi. Si mojang Bali ini memberiku liebster award. Liebster Award ini adalah penghargaan berantai dari satu blog ke blog lain dengan menulis 11 fakta tentang diri sendiri, menjawab 11 pertanyaan dari blog yang memilihnya, dan memberikan 11 pertanyaan kepada blog yang dipilihnya. Ribet? Asik kali! Yuk, cobain!


11 hal tentang aku:

1. Dianugerahi nama cantik "Ulfah Mey Lida" oleh orang tua sejak 22 tahun yang lalu.
2. Lahir di hari ke lima, bulan ke lima, tapi bukan anak ke lima.
3. Anak pertama dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan.
4. Keras kepala! Aku tidak menyalahkan zodiak bantengku, atau pun urutan kelahiran dalam susunan persaudaraanku. Kalau sudah diberikan anugerah keras kepala, ya mau diapakan lagi selain disyukuri. Betul? :))
5. Moody! Tiba-tiba marah, sejam kemudian ketawa ngakak. Lagi serius-seriusnya ngerjain tugas, tiba-tiba galau, sedih, lantas nangis. Begitulah..
6. Nggak kenal malu! Anda butuh agen pemasaran? saya ahlinya! Hahaha. Teman satu kantorku bahkan sempat tak menganggapku rekan kerjanya gara-gara aku kelewat ekstrem dalam promosi Penerimaan Peserta Didik Baru.
7. Ketakete! Aku kesulitan mencari istilah Bahasa Indonesia untuk sebutan ini. Semacam sok berani tapi untuk gegayaan saja. Paham maksudnya? 
8. Cerewet! Aku paling malas kalau tercipta suasana hening dalam sebuah percakapan. Untuk itulah aku berusaha membahas semua topik pembicaraan, meskipun itu tidak jelas juntrungannya. 
9. Sensitif. Kalian tau cangkang telur? Kira-kira seperti itulah gambaran perasaanku. Ditekan sedikit saja bisa retak, apalagi sampai digenggam erat. Hmmmm.
10. Aku suka nyanyi, tapi nggak bisa nyanyi. Hehe. ~ i'm okay.. i really am now.. just needed some times.. to figure things out.. ~ Cukup, tidak perlu kalian bayangkan suaraku.
11. Teramat ingin menjadi PNS yang sukses dan kaya raya. hahaha.

Itulah kesebelas hal tentangku yang mungkin ingin kalian ketahui. Lanjut, giliranku menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Sarah.

1. Nama lengkap lo siapa? Kalo ada, artinya apa?
Seperti yang sudah aku singgung di atas, nama lengkapku Ulfah Mey Lida. Kata Ibuk, Ulfah artinya seribu kasih sayang, Mey Lida artinya dilahirkan pada bulan Mei. Jadi kalau disimpulkan, namaku memiliki arti seribu kasih sayang yang tumpah ruah pada bulan Mei.

2. Blog lo isinya tentang apa?
Apa saja. Yaa memang dasarnya bukan blog niche sih ya, jadi isi blogku ini gado-gado. Ada curhatan, puisi, apresiasi, bahkan kontroversi.

3. Kenal blog sejak kapan? Dari mana/siapa? 
Kenal sejak kelas 10 SMA. Kalau tidak salah, dulu awalnya baca-baca majalah, lantas ada rubrik yang membahas tentang asiknya bloging. Iseng, aku buka blogger.com. Dulu sempat rajin ngeblog curhatan, lalu vakum beberapa tahun, dan sekarang eksis kembali dengan blog yang sama. Hal ini pernah aku ceritakan di sini.

4. Quote favorite lo?
"Membaca buku bagaikan menyalakan api, setiap suku kata yang dieja akan menjadi percik yang menerangi" Victor Hugo. Bagus kan? :)

5. Film dan novel yang udah menginspirasi lo apa aja?
Aku tidak bisa menyebutkan ini bisa dibilang menginspirasi atau bukan, Hampir sebagian besar serial novel Supernova mempengaruhiku dalam memainkan pola pikirku. Kalau film sepertinya belum ada.

6. Hobi lo apa?
Nyanyi! Tapi aku tidak bisa nyanyi! Nah lo. 

7. Superhero favorit lo siapa? Kenapa?
Emmmmm, pas boleh nggak?

8. Kejadian paling indah di hidup lo apa?
Merasakan kasih sayang dan cinta dari orang yang juga aku sayangi dan cintai.

9. Menurut lo Indonesia itu gimana?
Ribet. Nggak kerja ribet. Nyari kerja ribet. Udah kerja juga masih ribet.

10. Tulis 3 kata tentang diri lo dong.
Nyebelin tapi ngangenin.

11. Menurut lo blog gue gimana?
Simple minimalis, Sar! Sering-sering nulis dong! Nggak malu sama tahun sebelumnya? :D

Baiklah, cerita sudah, menjawab pertanyaan sudah, berarti giliran aku memberikan pertanyaan untuk kalian. Siap-siap!

1. Apa alasanmu bersedia mengikuti liebster award ini?
2. Nick Name friendstermu dulu apa?
3. Lebih sering pantengin grafik pengunjung atau berkunjung ke blog lain?
4. Siapa bloger favoritmu? Alasannya? Alamat blognya?
5. Berapa umurmu saat ini? 
6. Sebutkan prestasi membanggakan yang pernah kamu raih selama ini!
7. Boleh tau kampung halamanmu? Ceritakan dan sertakan foto kalau ada!
8. Jujur, seberapa taat kalian dalam beribadah?
9. Pernah membuat Ayah/Ibu nangis? Boleh tahu kenapa?
10. Kalau kamu lagi "jatuh", biasanya apa/siapa yang bisa nolong kamu?
11. Lagu favoritmu apa?

Fyuh. Akhirnya selesai juga kesebelasan liebster award ini. Sekarang giliran kalian! :D
Dan ini kesebelas teman blogger yang beruntung mendapatkan liebster award dari aku.
1. Dolli Yustisa
2. Rini Hastuti
3. Ashima
4. Arin Chui
5. Putri Pratista
6. Kevin Santoso
7. Mahasiswa Labil
8. Aiman Imtihanah
9. Arima Zeoo
10. Sakti Nugroho
11. Dhimasitem

Rabu, 30 April 2014

Aku Bangga Bertradisi dan Berbudaya Indonesia

Hai!

Selamat malam! Postingan akhir bulan nih! Hahaha, lama-lama blog ini jadi blog akhir bulan gegara si empunya malas nulis. Ups!

Tak apalah ya, mau akhir bulan, awal bulan, atau akhir tahun sekalipun, yang penting blognya masih kopenan (terawat, red).

Baiklah, mari kita mulai kisah bulan April ini. Ada beberapa pengalaman yang mengesankan pun yang mengecewakan. Kita awali dengan yang mengecewakan dulu agar postingan ini nanti dapat Happy ending! Yiiihhhhaaa! :D

Aku gagal lolos seleksi sebagai pengajar di sekolah swasta yang terbilang bonafit. Apalah mau dikata, jalanku bukan di sana. Sungguh luar biasa dapat berkesempatan mengikuti tahapan seleksi bersama orang-orang kompeten di sekolah itu. Setidaknya aku sudah berusaha maksimal, jika nilaiku masih berada di peringkat kedua dan yang dibutuhkan hanyalah satu orang peraih peringkat pertama, aku harus legowo. Begitu kurang lebihnya yang dikatakan orang Jawa.

Mengikuti dan terlibat langsung di acara ODOLAN (Olimpiade Dolanan Anak) di Rumah Belajar Ilalang. Tepatnya hari minggu kemarin, tanggal 27 April 2014, RBI (Rumah Belajar Ilalang) kedatangan banyak sekali tamu. Ada yang mash ingat tentang RBI ini? Dulu aku pernah menceritanyya di sini, yang belum tahu silakan langsung menuju ke TKP. Tepatnya hari Minggu tanggal 27 Arpil kemarin, RBI kedatangan tamu yang sangat meriah. Agenda Odolan tahun ini memang sengaja mengundang teman-teman dari berbagai komunitas yang ada di Indonesia. Kehadiran mereka inilah yang membuat suasana Odolan 2014 semakin semarak.


Menyenangkan sekali bisa terlibat di tengah-tengah tawa keceriaan adik-adik di sana. Ada yang ikut lomba Egrang, Dakon, Bekelan, hingga Gobak Sodor. Eitss, berhenti sebentar. Ada yang tidak mengenal permainan-permainan itu? Browsng gih!


Ninggalin jejak dulu ahh ~

Serbuuuuu!!!
Meskipun telat, tetap ninggalin jejak! Hhaaa!

Ceplok! :D

Seruuuu! Lucuuuu! Gemessss! daaaann Menyenangkan!!!

Gobak Sodor nih!

Hayoo ameh neng ndi kuwe? Tak cekel! Eitss Eitss Eitss!! 

Sibuk berkreasi niyee..

Mendongeng bersama kakak dari SIGI

Akan tetapi, ada satu hal yang menjadi ironi dalam agenda ini. Sebagian besar adik-adik yang mengikuti lomba, belum mengetahui jenis permainan dan aturan mainnya. Kami sebagai panitia hampir gila karena harus menjelaskan berulang-ulang kepada para peserta lomba sampai mereka paham permainan tersebut. Dulu, semasa aku kecil, justru aku yang menjelaskan permainan tradisonal semacam itu kepada kakak-kakakku, para orang dewasa. Dan sepertinya dunia memang benar-benar sudah terbalik. Anak kecil zaman sekarang lebih menyukai gedget dan orang dewasa tenggelam dalam nostalgianya bersama permainan tradisonal yang kini terancam punah.

Maka, terpujilah pemuda-pemudi Indonesia yang tergugah nuraninya untuk mempopulerkan kembali budaya tradisional, termasuk kakak-kakak Ranger Rumah Belajar Ilalang yang menyelenggarakan Odolan ini.

Selain agenda Odolan, bulan April kemarin juga telah diselenggarakan acara tahunan Klenteng Welahan yang dikenal dengan acara Shang Gwek. Aku sendiri tidak begitu tahu sejarah diadakannya ritual ini, namun sejak aku kecil agenda ini rutin dilakukan setiap tahunnya sebagai ritual di Klenteng Welahan. Semua masyarakat Tionghoa seluruh Indonesia tumpah ruah dalam acara ini. Aku sendiri beberapa kali ikut menyaksikan ritual ini karena memang dibuka untuk umum. Bisa bayangkan betapa semrawutnya Welahan pada saat itu? 



Selfie lintas agama :D


Itulah ringkasan kegiatanku selama sebulan ini. Tidak terlalu menarik memang, namun semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kalian.

Besok sudah Mei! Bulan kesukaanku dari dua belas bulan yang ada di kalender. Semoga menjadi bulan keberuntunganku di tahun ini. Amin. 

Sampai jumpa lagi! :D

Senin, 31 Maret 2014

Persiapan Menghadapi Ujian antara Guru dan Siswa

Hai!

Selamat malam!

Bagaimana long weekend kalian? Apakah menyedihkan? Well, aku berharap kalian bernasib sama sepertiku, menghabiskan long weekend dengan setumpuk pekerjaan. Hahaha.

Hampir sebulan ini aku sama sekali tidak produktif dalam tulisan di blog. Bukan karena aku melupakan, justru selalu aku pikirkan karena aku merasa telah mencampakkan. Akhir-akhir ini aku sangat disibukkan dengan urusan ujian. Eits, bukan bukan, ini bukan tentang ujian hidup, tapi ujian dalam lingkup pendidikan, Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional. Ya, ini tentang profesiku saat ini, seorang pendidik. 

Memasuki pertengahan tahun semacam ini, orang-orang yang bekerja dalam instansi pendidikan seperti aku ini sangat disibukkan dengan urusan ujian, ujian kelulusan lebih tepatnya. Entah itu berkaitan dengan siswa, entah berkaitan dengan atasan, atau pun berkaitan dengan sekolah. Well, kali ini, aku akan membagi pengalamanku menjelang ujian selamaku menjadi siswa dan menjadi seorang pendidik. 



Menjelang Ujian Ketika Menjadi Siswa

6 bulan sebelum hari ujian: mendaftarkan diri di lembaga bimbingan belajar untuk jam tambahan di luar sekolah. Jam tambahan ini hanya untuk mata pelajaran yang diikutkan dalam Ujian Nasional, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA/IPS.

3 bulan sebelum hari ujian: mendapat pengumuman tentang jam tambahan di sekolah. Baiklah, harus berkurang lagi jam tidurku. Pikirku saat itu.

2 bulan sebelum hari ujian: jadwal try out mulai bergentayangan. Belanja perlengkapan ujian! Beli pensil 2b, beli penghapus pensil 2b, beli penggaris ujian, beli alas papan untuk ujian. Ooh senangnya, peralatan sekolah baru!

45 hari sebelum hari ujian: jadwal ujian praktik sudah ditempel! Ooh, bagaimanalah ini! Konsultasi kepada pengajar di bimbingan belajar, meminta bantuan menulis naskah pidato, materi praktikum, hingga bacaan salat jenazah.

30 hari sebelum hari ujian: jadwal ujian sekolah sudah ditempel! Aduh! Daftar pustaka itu urutannya: nama penulis, tahun terbit, sin, cos, massa jenis, usaha, aduuhhhh! Bagaimanalah ini!

15 hari sebelum hari ujian: refreshing.. refreshing.. refreshing.. Biarkan otak bernapas, biarkan mata berjalan-jalan, biarkan tangan menapak pemandangan. Ooh segarnya..

7 hari sebelum hari ujian: istighosah men! Doa bersama teman-teman, dipimpin oleh bapak ustadz. Mengumpulkan pensil dan penghapus yang akan digunakan ujian, dan menyerahkannyakepada bapak ustadz untuk dibacakan doa. 

picture by smkn7semarang.blogspot.com

1 hari sebelum hari ujian: broadcast sms! Minta maaf kepada semua orang yang ada di kontak HP dan minta didoakan untuk kelancaran ujian. Kalau yang satu ini jujur aku juga bingung, jika saat ini aku dapat sms semacam ini, aku pasti berpikir orang itu besok akan meninggal. Dan dulu aku melakukan ritual sebagai si pengirim sms. Entah apa yang ada di pikiran orang-orang yang menerima smsku dulu. #inihina

Itu semua merupakan kesibukanku menjelang ujian ketika menjadi seorang siswa. Kini posisiku sudah berganti menjadi seorang pendidik. Sosok yang dulu selalu aku perhatikan ketika berbicara di depan kelas. Dulu aku pikir menjadi sosok tersebut pastilah tidak sepusing siswa yang akan berperang menghadi ujian. Aku pikir beban pendidik lebih ringan ketimbang siswa menjelang Ujian Akhir Nasional. Ternyata..

Menjelang Ujian Ketika Menjadi Pendidik

6 bulan sebelum hari ujian: menyiapkan materi mulai dari semester 1 sampai semester 6 untuk disampaikan kepada siswa. Mempelajari materi tersebut, menyusun strategi agar dapat mudah dipahami oleh siswa.

5 bulan sebelum hari ujian: rapat bedah SKL satu kabupaten. Mengkategorikan materi mulai dari golongan paling sulit dipahami hingga paling mudah dipahami.

4 bulan sebelum hari ujian: menindaklanjuti hasil rapat bedah SKL. Merumuskan strategi kembali, mensiasati materi-materi yang tergolong dalam kategori sulit dipahami.

3 bulan sebelum hari ujian: jam tambahan mulai dilaksanakan di sekolah. Saatnya menjalakan strategi yang sudah dipersiapkan. Rapat persiapan ujian mulai dilaksanakan.

2 bulan sebelum hari ujian: saatnya pemanasan ujian dilakukan. Surat edaran try out dibagikan. SK pembuatan soal try out diberikan. Rapat pelaksanaan ujian praktik dilakukan.

Kerjaan tambahan nih!

45 hari sebelum hari ujian: mengoreksi hasil try out siswa, menganalisis kesalahan, membuat strategi baru untuk materi yang belum dikuasai siswa, sembari mempersiapkan soal ujian praktik.

30 hari sebelum hari ujian: rapat pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah. Pengawasan dalam kegiatan belajar siswa diperketat. Mulut berbusa.. Pikiran meletup-letup.. 

Kesibukan menjelang ujian ketika menjadi pendidik berakhir di sini, karena saat ini aku sedang dalam fase ini. Ketika menulis postingan kali ini pun, aku baru saja pulang dari memberikan pelajaran tambahan di luar sekolah. Saat ini aku memang berprofesi sebagai pendidik di dua tempat. Pagi di sekolah, sore di lembaga. Dan besok pagi siswa-siswiku akan menghadapi Ujian Akhir Sekolahnya, jadi seharian tadi aku memberikan perlajaran tambahan untuk persiapan menghadapi ujian tersebut.

Tidak perlu kalian bandingkan antara kesibukan menjelang ujian ketika menjadi siswa dan ketika menjadi pendidik. Aku hanya berharap kesibukan menjelang ujian siswa siswiku tidak seperti aku. Ooh, semoga kalian diberi kelancaran dalam mengerjakan ujian besok. Amin.

picture by masramdahsyat.blogspot.com

Oh iya, "..... sebelum hari ujian" yang aku maksudkan adalah Ujian Akhir Nasional ya. Ujian tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 14-16 April 2014 untuk jenjang SMA dan tanggal 5-8 Mei 2014 untuk jenjang SMP. Satu lagi, kesibukan menjelang ujian yang aku ceritakan di atas silakan kalian terapkan jika itu menurut kalian baik, karena dalam menghadapi ujian, tidak hanya siswa yang kerepotan, pendidik pun kalangkabut mempersiapkan semuanya.

Untuk siswa-siswiku, tingkatkan intensitas belajar kalian, perbanyak latihan soal, selalu bertanya jika menemui kesulitan. Dan tetap jangan lupakan makan juga hiburan. Itu penting untuk kondisi psikologis kalian.

SUKSES! :)

Rabu, 08 Januari 2014

Pagi Bu Guru!

Hai!

Hari ini hidup baruku dimulai. Aku mendapakan sebah tawaran kesempatan mengajar. Tawaran ini diberikan pada hari Senin kemarin. Senin siang itu tiba-tiba ada panggilan masuk ke nomor m3ku. Nomor tak dikenal. Sebenarnya aku agak ragu untuk mengangkatnya, karena nomor itu benar-benar nomor asing, bukan nomor telepon kantor pula (biasanya kalo nomor telepon kantor/rumah cepat aku angkat, karena aku pikir itu pasti telepon penting! :D). Namun akhirnya telepon itu aku angkat juga. 

"Assalamu'alaikum, mbak Ulfah?" terdengar sapaan dari seberang. Waktu itu aku masih berpikir ini telepon dari siapa. "Iya, ini siapa?" Jawabku akhirnya. Kemudian percakapan berlangsung bergantian, sambung menyambung.

"Begini mbak, kemarin mbak Ulfah memasukkan lamaran ke SMK Tunas Bangsa?"

"Oh iya, bagaimana bu?"

"Ini saya bu Anik dari SMK Tunas Bangsa. Kemarin saya baca daftar riwayat anda, pada kolom keahlian keterampilan, salah satu yang tertulis di sana itu photoshop. Benar?"

"Oh.. Emmmm, iya bu, benar". Astaga! Daftar riwayatku! Aku bahkan lupa kalau pernah mencantumkan photosop di sana. Biasanya aku memakai photosop itu ya untuk mengedit foto, paling rumit itu aku menggunakan photosop untuk membuat desain cover buku antologi puisiku sendiri, itu pun hanya untuk dinikmati pribadi dan beberapa orang terdekatku. 

"Begini mbak, mbak Ulfah ini jurusannya Bahasa Indonesia ya? Sebelumnya saya mohon maaf sekali, mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMK Tunas Bangsa sudah ada yang mengampu. Nah, kebetulan di sekolah kami membutuhkan bantuan dalam pengajaran grafika. Ini dalam daftar riwayat anda tertulis menguasai photosop, saya rasa cocok untuk membantu mengajar mata pelajaran produktif jurusan grafika. Kalau mbak Ulfah berkenan, besok silakan datang ke sekolah untuk bertemu dengan kepala sekolah".

Apa?? Grafika?? Bukan Bahasa Indonesia?? Aku sempat kecewa mendengar kabar siang itu. Bagaimana tidak, aku lulus kuliah menyandang gelar sarjana pendidikan Bahasa Indonesia, dan hari ini ada tawaran yang memintaku untuk mengajar di luar bidangku. Apa yang harus aku lakukan?

"Oh begitu ya bu, tapi saya belum sepenuhnya menguasai program photosop bu".

"Kalau membuat desain cover bisa?"

"Emmmm, saya pernah membuat sih bu, tapi bukan untuk dijual, hanya untuk dinikmati pribadi".

"Ya setidaknya kan tahu programnya, kalau masalah bisa atau tidak nanti bisa dipelajari. Jadi besok bisa datang ke sekolah untuk bertemu dengan Bapak Kepala Sekolah ya?"

"Iya sudah bu, nanti saya coba dulu".

"Kalau begitu besok bisa datang ke sekolah pukul 10 ya mbak".

"Baik, bu".

Begitulah akhir pembicaraan kami di telepon. Aku memutuskan untuk mengambil tawaran itu. Toh baru akan bertemu dengan kepala sekolah, untuk urusan mengajar atau tidak nanti diputuskan setelah bertemu dengan kepala sekolah. Begitu pikirku.

Maka keesokan harinya, seperti yang sudah disepakati aku datang ke SMK Tunas Bangsa pukul 10 tepat. Di sana aku disambut bu Anik (yang menghubungiku kemarin) dan Bapak Kepala Sekolah. Aku tidak menyangka bahwa Bapak Kepsek ini langsung to the point, tanpa aling-aling apapun, memintaku untuk bersedia berjuang dan bergabung dengan guru-guru di sana untuk mengampu mata pelajaran grafika. Tidak cukup hanya itu, beliau juga menambahkan satu mata pelajaran lagi yang kebetulan memang belum ada pengajarnya, yaitu seni budaya. Astaga! Apa-apaan ini! Saat Bapak Kepsek berbicara panjang lebar, aku lebih banyak diam dan duduk takzim mendengarkan. 

Waktu itu beliau juga menjelaskan bahwa beliau memahamiku sebagai lulusan Bahasa Indonesia, namun menurut beliau sebuah pengalaman mengajar juga sangat penting bagi seorang guru. Beliau juga berdalih, dengan aku mengampu mata pelajaran yang di luar bidangku, secara otomatis aku juga belajar ilmu baru. ("Hahaha. Tapi aku tidak ingin mengambil lahan pekerjaan orang lain, Pak!" Begitu pikirku saat waktu itu)

Aku ingin sekali menolak permintaan beliau waktu itu, namun demi kesopanan, aku beralasan ingin meminta persetujuan orang tua dulu. Bapak Kepala Sekolah pun mengamini, namun tetap dengan jejalan kalimat bujukan agar aku bersedia mengajar di sana. Beliau memintaku untuk segera memberi kabar ke sekolah, jika aku bersedia dan mengambil tawaran ini, beliau langsung memberiku kesempatan mengajar besok paginya. Sebelum aku pamit pulang, beliau juga memintaku untuk mengcopy modul-modul grafika. Dan akhirnya aku pulang dengan membawa segudang perasaan campur aduk dan keputusan yang harus segera aku ambil.

Sampai rumah, apa yang aku lakukan? Tentu saja aku bercerita panjang lebar kepada Ibuk. Menceritakan setiap detail yang dibicarakan dengan kepsek, dan tak lupa mengatakan segala yang terpendam dalam hatiku. Selayaknya ibu yang bijaksana, Ibuk pun menyarankan kepadaku untuk mengambil tawaran itu, toh menurut beliau setiap hari aku hanya berkegiatan di sore hari, jadi lebih baik pagi harinya digunakan untuk mengajar di sekolah. Lagipula, kalau ada tetangga yang berkomentar kan setidaknya kamu sudah memiliki jawaban, (omongan tetangga! Ini bagian yang paling aku benci) begitu nasehat beliau kepadaku. 

Malamnya, aku juga bercerita kepada Bapak, dan jawabannya kurang lebih sama. Mungkin memang orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, dan mungkin inilah jalan terbaik yang dipilihkan orang tua untukku. 

Hari ini, tepat pukul 7 pagi aku sudah bertandang ke SMK Tunas Bangsa. Menuruti nasehat orang tua. Aku belum pernah mengajar siswa SMK sebelumnya, apalagi mengajar mata pelajaran yang bukan bidangku. Akan aku taklukkan tantangan ini. Dan semoga kesempatan mengajar ini (benar-benar) menambah daftar pengalaman mengajarku.

"Selamat pagi, siswaku!" sapa bu Ulfah di kelas X grafika hari ini.

Sabtu, 30 November 2013

Hari ke 2: Novel.. Mana Novel..

Sebenarnya ini postingan apa sih, kok ada urutan harinya gitu?

Bayar nggak? Dapet hadiah nggak??

Kalau mau ikutan caranya gimana?

Tenang, tenang, akan aku jelaskan pelan-pelan. 
Ini adalah postingan dalam rangka mengikuti tantangan 30 hari ngeblog yang diselenggarakan oleh Keven. Beberapa hari yang lalu waktu lagi jalan-jalan di blog, aku menemukan postingan tentang tantangan ini. Nah karena tertarik dan pengen ikutan, akhirnya muncullah postingan-postingan di blog ini dengan urutan hari seperti ini.

Tantangan ini tidak dipungut biaya sama sekali. Siapa pun boleh ikutan, asal punya blog. Yakali ikut tantangan ngeblog, nggak punya blog -___-. Hadiah disediakan untuk semua orang yang ikutan tantangan ini. Serius. Hadiah akan diterima oleh SEMUA yang ikutan. Hadiahnya yaitu viewer dan follower blog. Buat yang baru-baru ini nyobain blog (aku salah satunya) pasti ini kabar yang sangat menggembirakan dong. 

Yang tertarik dan pengen ikutan juga, langsung masuk ke TKPnya aja, di sini. Buruan ikut, udah lumayan banyak itu pesertanya :D

Nah, kali ini aku akan menjawab klu kedua dari tantangan 30 hari ngeblog ini.
Dari sekian banyak hobi yang dimiliki oleh orang di seluruh dunia, aku atau hatiku terpaut pada membaca. Aku suka sekali membaca novel. Dari novel, aku dapat melihat kehidupan lain dalam imajinasi yang diciptakan oleh penulis. Sama seperti menonton film, ketegangan pada waktu konflik cerita dihadirkan pun dapat aku rasakan ketika membaca novel. Bahkan berulang kali ketegangan yang aku rasakan ketika membaca novel justru lebih dasyat ketimbang menonton visualisasinya dari film. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali film-film yang disadur dari novel. Ketika membaca novel, aku dapat memainkan imajinasiku atas pemeran-pemeran dalam novel itu. Aku bisa membayang tokoh cerita itu adalah aku dan keluargaku, aku dan teman-temanku, aku dan pacarku, atau aku dan Reza Rahadian. 

Selain keasyikan imajinasi yang bisa aku dapatkan, dari novel aku pun bisa banyak belajar ilmu-ilmu baru. Banyak sekali novel fiksi ilmiah yang beredar saat ini. Novel-novel seperti itu tidak hanya membuat kita dapat berimajinasi, tetapi juga berpikir dan merenungkan hal-hal yang disampaikan penulis. Tidak jarang pula dalam novel fiksi ilmiah itu disematkan pengertian-pengertian tentang istilah ilmiah. Aku sangat senang dengan novel yang seperti ini. Jadi aku tidak perlu bersusah payah membaca buku atau pun ensiklopedia tertentu untuk dapat belajar khasanah ilmu lain dari yang sudah aku kantongi saat ini.

Aku bukan tipe pebaca novel yang singkat, juga bukan lambat. Aku bisa menyelesaikan membaca novel dengan ketebalan 450 halaman dalam satu hari, tapi aku juga bisa menyelesaikan membaca novel dengan ketebalan 200 halaman berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Itu semua bergantung bahasa yang digunakan penulis dan jalan cerita yang digambarkannya. Padahal ketika berada di toko buku, aku bisa menghabiskan waktu yang lama untuk memilih novel berdasarkan cover, sinopsis, dan ulasan singkat yag ada di bagian luar novel itu. Tapi memang cover yang bagus tidak selalu menjanjikan isi yang bagus. Itu sebabnya muncul pepatah "Don't judge a book by its cover".

Sedikit cerita, dulu waktu masih kuliah, aku bersama temanku sering mampir ke toko buku. Bukan untuk membeli buku, tapi hanya sekedar membaca-baca sinopsis buku. Ironis ya, tp begitulah adanya. Namanya juga anak kosa, duit pas-pasan. Jika kebetulan ada buku yang bagus, kami hanya bisa memandanginya dan berharap ada bajakannya. Sampai pada akhirnya kami mengucap janji bahwa nanti jika sudah dapat menghasilkan gaji, kami akan belanja buku minimal satu bulan sekali. 

Dan itulah yang sedang aku idam-idamkan saat ini. Dua hari lagi aku akan mendapatkan gaji dari hasil mengajar privat. Meskipun gaji yang aku terima tidak lebih banyak dari gaji buruh saat ini, tapi aku tetap ingin belanja buku. Apalagi stok bacaan terakhir sudah selesai aku baca. Jadi aku harus segera membeli persediaan buku baru.

Oke, cukup untuk postingan hari ini ya. Ini beberapa koleksi novel milikku.

Beberapa masih dipinjem orang :/

Kamis, 28 November 2013

Hari ke 1: Permintaan Maaf, Salam Kenal!

Hai!

Rasanya belakangan ini aku kurang sopan sekali, masuk Blogger nggak pake permisi. Main tulis sana sini tanpa ada basa basi. Maaf, maaf. Akan aku tebus kesalahan itu hari ini.



Perkenalkan, aku Ulfah Mey Lida. Sarjana Pendidikan baru yang baru lulus bulan lalu. Aku lahir pada 5 Mei 1992. Belum terhitung tua untuk memulai menulis blog kan ya? Saat ini aku sedang memulai profesi sebagai seorang blogger dan guru privat siswa SD-SMP. Menjalani hari-hari sebagai seorang sarjana baru, bagiku cukup melelahkan. Banyak sekali kesibukan yang sebenarnya tidak terlalu menyibukkan tetapi benar-benar membuat sibuk. Salah satunya ya ngeblog ini. Pfft.

Aku suka sekali membaca sastra. Apalagi sastra yang ditulis oleh Dee Lestari. Karyanya yang berjudul "Supernova" telah membuatku tersihir untuk mengagumi kehebatannya. Selain itu, aku juga menyukai seni. Seni musik, seni rupa, seni drama, dan seni tari. Musik selalu menolongku di saat-saat terburukku, terutama musik akustik. Aku selalu takjub dengan orang yang bisa mengambil gambar-gambar keren dari kameranya, dan lebih takjub lagi dengan orang yang dapat menciptakan gambar kreatif dengan alat-alat gambarnya. Sebenarnya aku berharap bisa jadi objek foto atau objek gambar mereka. Kalau seni drama, aku menyukai seni ini sejak aku masuk kuliah di bidang sastra. Beberapa kali aku menonton pertunjukkan drama, bahkan aku juga pernah memainkan lakon "Hah!" karya Putu Wijaya bersama teman-temanku di jurusan. Dan yang terakhir, sebenarnya aku tidak terlalu menyukai seni tari, hanya saja aku sangat mengapresiasi orang-orang yang bisa melenturkan tubuh mereka sedemikian rupa hingga dapat menampilkan gerakan yang menakjubkan. 

Aku memiliki hati yang mudah terharu. Memiliki emosi yang mudah naik turun. Dan memiliki sikap terburu-buru setiap waktu. Aku menyadari ini semua, dan bukan berarti aku bangga. Yaa seperti kalimat-kalimat klise yang sering orang katakan, saat ini aku sedang berusaha memperbaiki itu semua agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga kalian tidak semakin menjauhiku setelah membaca pengakuan ini.

Segini saja yaa, biasanya perkenalan yang kelamaan itu malah tidak didengarkan. Hahaha. Sampai ketemu di blogpost berikutnya!

Rabu, 06 November 2013

Selamat Tinggal Masa Lalu, Selamat Datang di Dunia Baru!

Sekian tahun tanganku mengalami mati suri. Ya, mati suri untuk keahliannya dalam bidang menulis. Sebenarnya blogging bukan hal baru bagiku. Aku sudah mengenalnya ketika aku menginjak kelas X, kira-kira waktu itu usiaku 14 tahun. Ketika itu aku sudah lumayan akrab dengan blogger. Hampir setiap hari aku menuliskan keluh kesah masa-masa remajaku di sana.

Kalian mungkin bisa membayangkan gaya tulisanku pada masa itu. Tepat sekali! Tulisanku ampun-ampunan 4L4Y. 4L4Y merupakan fase peralihan dari Anak Baru Gede (ABG) ke remaja. Hampir sebagian besar Warga Negara Indonesia mengalami fase peralihan ini. Biasanya ditandai dengan gaya berpakaiannya, gaya rambutnya, gaya bahasanya, sampai gaya tulisannya. Hal itu pun berlaku bagi diriku. Usia 14 tahun merupakan fase peralihanku dari ABG menuju ke remaja seutuhnya. Waktu itu sedang ngetrend-ngetrendnya media sosial friendster dan blogger. Tak ingin ketinggalan, setiap hari aku menyisihkan uang jajanku untuk mengunjungi warnet agar dapat bermain friendster dan blogger.

Blog yang aku buat waktu itu sama dengan blog yang aku pakai sekarang. Usianya sudah hampir 7 tahun jika dihitung dari pertama aku membuatnya, namun usia tulisanku jika dikalkulasi bahkan tidak ada 1 tahun. Dulu, di awal usianya, setiap hari selalu aku rawat dan aku isi dengan tulisan-tulisan masa ABGku.

Ketika memasuki usia remaja, aku ditertawakan teman-temanku yang mengunjungi blogku dan membaca tulisan-tulisan 4L4yku. Bodohnya aku, rasa maluku waktu itu membuatku frustasi dan langsung menghapus semua postinganku di masa ABG. Ya, semua postingan tanpa menutup akun bloggerku. Pada tahun 2011, menginjak semester 4 bangku kuliah, aku mulai membuka account blogger ini lagi, dan memulai posting-posting dengan gaya baru, yaitu puisi. Kebetulan semester 4 itu aku mengikuti mata kuliah ekspresi tulis sastra, yang mewajibkan mahasiswanya selama satu semester menghasilkan karya sastra baik puisi, cerpen, maupun drama. Beberapa puisi yang aku tulis waktu itu sudah aku posting di sini, bagi yang berkenan, silakan dibaca :)

Sedikit rasa sesal mengisi hatiku ketika teringat tulisan-tulisanku di blog ini pada zaman ABG dulu telah aku lenyapkan. Aku seperti tidak memiliki sejarah tulisanku. Meskipun begitu, masih tersimpan ingatan caraku bercerita melalui tulisan di blog ini. Cerita-cerita klasik khas masa SMA, persahabatan, percintaan, bahkan pelajaran di sekolah, semua aku tuangkan dengan gaya ceriaku di sini. Sebenarnya sudah cukup bagus jika dilihat dari gaya berceritanya, namun jika dilihat dari gaya penulisannya, mohon maaf sekali anda kurang beruntung.

Fase peralihan ABG-remaja itu sudah aku lalui. Kini aku sedang dalam masa baru, yaitu peralihan remaja-dewasa. Mungkin dari segi penulisan sudah ada perubahan yang lebih baik, namun dari pola pikir justru cenderung lebih rumit. Seperti yang dikatakan tokoh kartun favoritku, Shinchan, "orang dewasa memang aneh" begitu pun yang aku rasakan sekarang. Semakin bertambahnya usia, semakin terbentuknya fase dewasaku, semakin aku menyadari bahwa orang dewasa memang aneh. Semoga dengan aku menyadari semua ini, dalam menjalani masa peralihanku selanjutnya akan menjadi lebih baik. Selamat tinggal masa lalu, selamat datang di dunia baru! :D