Laman

Tampilkan postingan dengan label 30 Days Blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 30 Days Blogging. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Januari 2014

Hari ke 16: Blog Favoritku

Hai!

Saat ini dunia blog sudah sangat marak sekali. Tua muda berlomba-lomba menampilkan hal-hal menarik dalam blog mereka. Nah, dari ribuan bahkan jutaan blog yang sudah beredar saat ini, beberapa sering menarik perhatianku bahkan sekarang menjadi blog favoritku. Aku bisa berlama-lama membaca isi blog mereka. Berikut akan aku tunjukkan beberapa blog favoritku tersebut.

1. Shitlicious



Yang sering nongkrong di twitter pasti tidak asing dengan nama ini. Shitlicious ini selain terkenal di blog, juga popoler di twitter, bahkan dia menyadang predikat seleb twit. Pemilik Shitlicious ini yaitu Alit Susanto, (katanya) seorang mahasiswa abadi yang betah berada di pangkuan dosen pembimbing. Blog yang dia buat itu bergenre komedi pintar. Kalau zaman sekarang, komedi pintar lebih dikenal dengan sebutan stand up comedy, namun dalam Shitlicious ini bukan berisi materi-materi seperti yang dibawakan di show stand up comedy, melainkan Alit mengemas nasehat dan ilmu kehidupan dalam sebuah deskripsi komedi. Hal ini membuat pembaca tidak merasa bosan membaca dan ilmu yang disampaikan dapat lebih mudah mereka cerna. Selain itu, desain tampilan blog Shitlicious ini juga menarik. Terlihat lucu namun tidak menggemaskan, cocok dibaca oleh pria wanita dari segala usia. Untuk yang penasaran dengan Shitlicious, silakan buka www.shitlicious.com atau twitter @shitlicious.

2. Fahdisme



Ini merupakan blog pujangga yang sangat aku gemari. Blog ini milik Fadh Djibran, seorang penulis buku. Aku mengenalnya bukan dari buku, aku bahkan belum pernah membaca bukunya (peace!^^v ), aku mengenalnya murni dari blog. Awalnya aku mendapat rekomendasi dari temanku untuk membuka Fahdisme ini, setelah aku buka, aku terpana dengan isinya. Menakjubkan! Dan itu membuatku candu membuka isi blognya terus menerus. Sekarang ini Fadh tergabung dalam inspirasi.co, dia juga menuliskan sajak-sajaknya di sana. Jadi kita tidak hanya bisa menemuinya di www.fahdisme.com tapi juga bisa di inspirasi.co/user/memberid/35.

3.Fashion in Headscarves


Blog ini milik seorang model hijab dari Indonesia, Indah Nada Puspita. Tidak jauh dari profesinya itu, isi blog Indah Nada Puspita ini juga menghadirkan sisi Indah sebagai seorang model. Di dalam blognya, Indah mendeskripsikan busana yang ia kenakan dalam berbagai moment acara. Deskripsi ini ia tunjukkan dengan beberapa sesi pemotretan dalam setiap tema yang ia bawakan. Cantik, energik, dan segar. Itulah kesan yang didapatkan ketika melihat isi blog Fashion in Headscarves ini. Dulu Indah juga sering memberikan tutorial berhijab dan make up dalam blognya, namun sekarang sudah jarang lagi. Malah konten yang Indah tampilkan sekarang lebih mengerucut pada headscraft. Seperti apa headscraft yang Indah tampilkan, buka saja di www.indahnadapuspita.blogspot.com

4. The Merchant Daughter



Pernah dengar? Kalau Dian Pelangi pernah? Iya, blog ini milik desainer muda yang cantik, Dian Pelangi. Aku suka melihat-lihat busana dari Dian Pelangi ini. Sama seperti blog milik Indah Nada Puspita tadi,The Merchant Daughter ini juga mengusung tema deskripsi busana, bedanya Dian Pelangi ini mendeskripsikan busana karyanya sendiri, kalau Indah mendeskripsikan busana milik butik yang mensponsorinya. Dua-duanya cantik, dua-duanya menarik, dua-duanya menginspirasi. Silakan kunjungi Dian Pelangi di www.blog.dianpelangi.com

5. Ulfah Mey Lida



Kalau ini pasti tahu dong. Yaiyalah, daritadi kan kalian sedang membaca tulisan dalam blog Ulfah Mey Lida. Hahaha. Ini salah satu blog favoritku juga, karena dalam blog ini menampilkan pengapresiasian terhadap karya orang lain. Selain itu, di dalam blog ini Ulfah Mey Lida juga menyajikan puisi-puisi indah karya dia sendiri. Tampilan blog didesain sangat sederhana, tidak memakai banyak aksesoris di dalamnya. Hal ini membuat pembaca tidak perlu menunggu lama untuk membuka blog ini. Nah, untuk yang penasaran bagaimana cara mengakses blog ini, silakan kunjungi www.umeylida.blogspot.com atau di twitter @umeylida. 

Itulah beberapa blog yang menjadi favoritku selama ini. Semoga kalian terinspirasi dan tergugah membuat karya seperti mereka bahkan lebih baik dari mereka. Baiklah, cukup sekian postingan hari ini. Sampai jumpa! :D

Kamis, 02 Januari 2014

Hari ke 15: Tangan Super Kreatif dari Malaikat Super Tampan

Hai!

Dalam postingan ini aku akan membagikan pengandaianku tentang sesuatu yang menakjubkan. Pengandaian itu berkaitan dengan sebuah kekuatan super. Kekuatan yang tidak bisa dimiliki oleh manusia biasa. Baiklah, silakan disimak pengandaianku berikut ini.

Seandainya aku diberi kesempatan oleh seorang malaikat tampan untuk memilih satu kekuatan dari daftar kekuatan yang dia miliki, aku ingin meminta kekuatan tangan super kreatif. Aku selalu memimpikan memiliki dua buah tangan yang bisa menciptakan apa saja dengan sekali sentuhan. Biasanya aku harus mengulang beberapa kali percobaan untuk dapat menghasilkan karya yang pantas dipuji. Yaa meskipun kata pepatah kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, tapi ini kan pengandaian, jadi terserah aku kalau menginginkan tangan super dong. :))



Pasti menyenangkan sekali jika memiliki tangan super. Misalnya jika aku sedang tidak ada kerjaan, dan bingung melihat tumpukan kain perca di rumah, aku tinggal menyentuh tumpukan kain perca itu, dan wush! jadilah beberapa blous dan gamis etnik unik ala Tuneeca. Misalnya lagi, di rumah sedang tidak ada makanan dan perut keroncongan. Aku tinggal masuk ke dapur, mengambil beberapa bahan makanan, dan menyentuh alat-alat masak di dapur. Maka wush! wush! wush! sup komplit dan ayam goreng kremes pun tersaji. Hahaha menyenangkan bukan?

Ketika akan berangkat ke pesta, ternyata rok yang akan aku pakai belum disetrika, belum mandi, belum dandan, dan waktu sudah sangat mepet. Dengan memiliki tangan super kreatif ini aku tidak perlu khawatir. Tinggal menyentuh rok yang masih kusut itu, maka rok itu pun rapi dan siap untuk dipakai. Aku tinggal mandi, dan tidak perlu bersusah dandan, karena dengan sekali sentuhan pada alat make upku, riasan wajah pun siap. Dengan sekali sentuhan pada pashmina, hijab cantik pun sudah rapi di kepalaku. Dan cring! Aku siap pergi ke pesta bak cinderella.

Eh, tunggu. Kalau malaikat tampan tadi tahu bahwa kekuatannya aku gunakan seperti itu, bisa bisa dia murka dan akan mengambil lagi kekuatan tangan super kreatif ini. Baiklah, aku ralat semuanya.

Aku akan memanfaatkan tangan kreatif ini untuk menciptakan pengaman tanggul di tiap-tiap sungai yang ada di lingkunganku. Kalian tahu? Hampir setiap musim penghujan tiba, warga di sini selalu waspada banjir. Bukan banjir akibat sampah menggunung di sungai, melainkan kekuatan tanggul sungai di sini kurang kokoh. Jadi setiap kali ada luapan sungai di daerah seberang, sungai-sungai di sini pun kebagian kiriman air itu, dan ironisnya sungai kami tidak sekokoh sungai di daerah seberang. Jadilah kami menanggung banjir kiriman dari sana.

Aku ingin membuat tanggul itu kokoh. Entah itu menggunakan peralatan dan bahan baku apa. Dengan tangan super kreatif pemberian malaikat tampan tadi, aku yakin bisa menciptakan pengaman tanggul yang kokoh. Agar tidak ada lagi banjir lanjutan di musim mendatang. Agar tidak ada lagi teriakan-teriakan warga yang meminta bantuan karena rumahnya mulai tenggelam. Dan agar tidak ada lagi petani yang mengaku gagal panen padi-padian. 

Baiklah, cukup pengandaianku ini. Sesungguhnya pengandaian itu berfungsi menjaga daya imajinasi kita agar tidak mati. Jangan pernah takut untuk berandai-andai! Dan semoga malaikat tampan tadi membaca pengandaianku ini, dan mau mengabulkannya. Amin. :D

Selasa, 31 Desember 2013

Interaktif 2: Aku di 10 Tahun yang Akan Datang

Hai!

Berdasarkan voting yang sudah aku lakukan di kontak bbm (Iya, aku votingnya via bbm), interaktif kedua yang akan aku bahas kali ini yaitu "diriku di 10 tahun yang akan datang". Baiklah, mari kita simak. :D



Sekarang usiaku 21 tahun, sepuluh tahun yang akan datang berarti usiaku menginjak 31 tahun. Kepala tiga. Kata orang, kepala tiga itu masa menuju puncak kejayaan manusia. Kejayaan karir, kehidupan, dan percintaan.

Di usia 31 tahunku, aku sudah menjadi seorang PNS di SMP Negeri Jepara. Dari senin hingga sabtu aku rutin bangun pagi, bergegas berangkat sekolah untuk menjalankan peranku sebagai seorang guru Bahasa Indonesia yang selalu menjadi teladan bagi siswa-siswiku. Sore harinya, aku memantau Lembaga Bimbingan Belajar milikku yang kini sudah menginjak tahun kelimanya. Memastikan kegiatan belajar mengajar di setiap kelas berjalan lancar, juga memastikan bagian administrasi bahwa tidak ada masalah baik dari siswa maupun tentor yang ada. 

Sumber: http://www.pustakasekolah.com/wp-content/uploads/2012/04/lulus-pns-2012.jpg

Malam hari, sambil beristirahat aku membuka dunia cyberku, membuka email, blog, dan toko online milikku. Membuka beberapa email penting, membalas email yang memang perlu dibalas, dan menghapus spam-spam yang masuk. Kemudian aku membuka dasbor elfifa.com, toko online milikku yang menyediakan pakaian etnik perca, baik yang sudah siap dipesan maupun yang baru akan dibuat berdasarkan pesanan. Juga menjawab beberapa pertanyaan yang masuk dan mencatat jumlah pemesan dan barang pesanan hari ini. Setelah itu aku akan menginformasikan kepada Ibuk jumlah dan jenis pesanan hari ini agar dapat segera disiapkan dan segera dikirimkan kepada pemesan.

Selain itu aku juga akan membuka blogger milikku, membuka dasbor umeylida.com (di usia 31, blogku sudah berganti domain), melihat pengunjung hari ini, dan membalas komentar-komentar yang masuk. Selesai mengelola blog sendiri, aku mulai melakukan rutinitas blog walking. Membaca tulisan-tulisan blogger lain, mencari inspirasi tulisan berikutnya, dan tak lupa mempelajari lomba blog yang sedang berlangsung. 

Di usia 31 tahun, aku sudah secara resmi menjadi seorang istri. Menjalankan kesibukan ibu rumah tangga pada umumnya di samping kesibukan karir yang aku jalani. Mengurus kebutuhan suami sebelum aku berangkat dinas ke sekolah, memasak menu makan siang sepulang dinas sekolah, dan melayani suami sepulangnya dari kantor. Di usia ini, aku juga sudah resmi menjadi seorang ibu. Seorang ibu dari satu anak. Saat itu, anakku baru duduk di bangku kelas 1 SD. Masih riang-riangnya menjalani masa sekolah, bertemu teman-teman barunya, dan dapat jajan sesuai keinginan hatinya tanpa takut aku marahi. Lucu sekali. Biasanya yang mengurus keperluan dan mengantarnya berangkat sekolah itu aku, tapi untuk urusan sepulang dan menjemput sekolah aku pasrahkan kepada kakeknya (ayahku). 

Sumber: http://thebsreport.files.wordpress.com/2010/07/multitasking_run_amok_lg1.gif?w=374&h=340

Sore harinya, anakku riang belajar di Taman Baca Al Qur'an. Kalau di Taman Baca Al Qur'an ini, aku yang mengantar jemputnya setiap hari. Dari hari sabtu hingga kamis, mulai pukul 3 sore hingga setengah 5 sore. Sepulangnya dari belajar Al Qur'an, anakku bermain bersama teman-teman seumurannya di sekitar rumah hingga menjelang magrib, karena kalau sudah tiba waktu magrib, dia akan segera aku ajak mengambil wudhu, sholat berjamaah bersama keluarga, dan mengaji Al Qur'an setelahnya. Anakku patuh sekali. Pun saat aku membimbingnya belajar dan mengulas materi yang ia pelajari hari ini di sekolah. Dia aktif dan komunikatif mengikuti bimbinganku. Aku sangat bangga kepadanya.

Menyenangkan sekali menulis postingan kali ini. Aku dapat menulis, membaca, dan melihat sendiri kehidupanku di usia 31 tahun. Semoga yang aku tuliskan ini sesuai dengan yang dituliskan oleh Yang Maha Kuasa. Dan semoga ini bisa menjadi inspirasi kalian. Sampai Jumpa! :D

Sabtu, 28 Desember 2013

Hari ke 13: Dua Tahunku (tidak) Terbuang Sia-sia

Hai!

Sebentar lagi pergantian tahun nih! Momen akhir tahun seperti ini paling enak kalau diisi dengan melihat ke belakang, seberapa jauh perubahan yang telah kita lakukan sampai sekarang ini. Nah, momen ini juga akan aku manfaatkan untuk melihat seberapa jauh perubahanku selama 2 tahun ini.

Dua tahun yang lalu, di bulan Desember seperti saat ini, aku sedang disibukkan pementasan sebuah drama karya Putu Wijaya yang berjudul "Hah!" bersama teman-teman Kempongku. Kempong, Keluarga Rempong, panitia pementasan drama rombel 2 prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saat itu aku diberikan tanggung jawab menjadi penata rias di bawah pimpinan Angga Setyawan dan sutradara Liliek Handoko. Pengalaman bersama Kempong ini membuatku menyadari betapa susahnya mementaskan sebuah drama, betapa susahnya menciptakan sebuah karakter tokoh, dan betapa susahnya menjaga kestabilan mood dalam sebuah kebersamaan tim. Pengalaman ini yang membuatku tumbuh menjadi pribadi yang peka. Banyak mendengar lebih baik daripada berbicara berkoar-koar di depan.

KEMPONG!!!

Dua tahun lalu, aku masih menjalani masa-masa labil semester 5-ku. Lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain, nongkrong, dan pacaran. Yang terpikir dalam otakku lebih banyak untuk bersenang-senang dan menikmati indahnya semester 5. Lantas bagaimana dengan saat ini? Selama empat bulan terakhir ini bahkan aku baru bersenang-senang sekali. Itupun bersama teman-teman kantor yang belum begitu akrab. Untuk mendapatkan waktu berlibur dan bersenang-senang selama satu hari penuh saja sangat susah sekali. Akan tetapi aku tidak menyayangkan hal ini, karena yang ada di pikiranku saat ini hanyalah bekerja dan memanfaatkan diri bagi orang lain semaksimal mungkin. Sekarang ini aku justru mendapatkan perasaan senang ketika aku dapat memberikan pemahaman kepada siswa-siswiku. Aku menikmati kebahagiaan melihat adik-adik bimbinganku tumbuh pandai dan kreatif setiap harinya.

Dua tahun, waktu transisiku menuju awal kehidupan baru. Dulu bahkan aku tidak tahu apakah ibuku sehat? Sudahkan beliau makan hari ini? Dulu aku terlalu dimanjakan oleh kota rantau tempatku menuntut ilmu, sehingga untuk pulang menemui ibu seminggu sekali saja aku harus berpikir dua kali. Pada bulan Oktober kemarin, akhirnya aku menyelesaikan studiku dan kembali ke tanah kelahiranku. Kini aku sudah tidak lagi terbuai manja di pangkuan kota rantau. Keindahan kota rantau sudah mulai memudar seiring dengan semakin dekatnya aku pada Ibu. Kini aku dapat melihat Ibu setiap hari, memperhatikan beliau, dan berbakti kepada beliau. Aku bahkan sudah pernah membasuh kaki ibuku dengan kedua tanganku. Hal yang dulu tidak pernah aku bayangkan.

Semoga pencapaianku selama dua tahun ini akan terus berkembang lebih baik lagi ke depannya. Dan semoga tulisanku kali ini dapat menginspirasi kalian semua untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Selamat malam! :)

Selasa, 24 Desember 2013

Hari ke 12: Acara Tv Favorit? Baca ini Dulu!

Hai!

Pagi tadi, aku dibangunkan oleh adik kecilku yang baru duduk di bangku kelas 1 SD. Dia diam-diam masuk menyelinap ke kamarku, dan merangkak di sampingku. Aku terbangun karena gerak-geriknya. Tiba-tiba dia menunjuk novel yang berada di sebelahku. Novel itu memang sedang aku baca, dan semalam sebelum tidur aku sempat membacanya sebentar, tidak aku letakkan di meja tapi aku biarkan saja tergeletak di sebelahku. Novel itu memiliki gambar sampul sebuah ilustrasi seseorang yang memakai setelan jas dan memiliki hidung panjang ke depan.

Adik: (sambil menunjuk novel) Mbak itu kok hidungnya panjang?
Aku: (masih agak ngantuk) Iya, itu kayak pinokio
Adik: .............
Aku: (tiba-tiba tersadar) Eh? Adek nggak tau pinokio??
Adik: Enggak. Pinokio apa?

Astaga! Aku lupa kalau sekarang cerita pinokio tidak pernah diputar lagi di televisi Indonesia.

Kemudian aku menjelaskan kepada adik bahwa pinokio adalah tokoh anak kecil, dia kalau sedang berbohong hidungnya akan bertambah panjang. Adik mendengarkan dan hanya manggut-manggut saja. Aku prihatin, adikku tidak mengetahui cerita pinokio. Waktu aku kecil, film pinokio ini sering sekali diputar di televisi dengan beberapa versi yang berbeda. Ada yang versi animasi, versi orang, versi barat, atau pun versi Indonesia. Dulu aku suka sekali menonton yang versi animasinya. Sekarang? Bahkan satu versi pun tidak ada yang diputar di televisi lagi. Padahal cerita pinokio itu sarat makna. Banyak nilai-nilai yang dapat diteladani dari tokoh pinokio itu. 

Kalau adikku tidak mengenal pinokio, bisa jadi anak-anak seumuran adikku juga tidak mengenalnya. Adikku justru lebih mengenal Olga syahputra, Tara Budiman, dan Billy yang saat ini sedang populer di salah satu program televisi. Program yang justru cenderung membuat anak-anak menjadi trauma, karena program itu menyajikan kekerasan dan saling mengejek. Selain itu, program drama yang saat ini diputar di televisi Indonesia yaitu drama bergenre percintaan orang dewasa, kekerasan, dan horor. Tidak ada yang sesuai dengan kondisi psikologi anak seusia adikku. Miris sekali.

Dulu, waktu aku seusia adikku, aku bisa pilih program televisi sesuai dengan kegemaranku. Senin-Jumat aku menonton Keluarga Cemara setiap pukul 13.00 WIB. Ini drama berseri yang menurutku banyak nilai-nilai kehidupan di dalamnya. Keluarga Cemara ini merupakan kisah sebuah keluarga sederhana sama seperti keluargaku saat ini, namun sedikit didramatisir di beberapa konfliknya. Yaaa namanya juga sinetron. Eh, dulu aku belum berpikiran semacam ini ya :D

Bandingkan dengan drama berseri atau sinetron zaman sekarang. Apa yang bisa diteladani dari anak kembar keluarga betawi yang memiliki kepribadian tomboy cenderung cablak dan kepribadian feminim cenderung oneng, yang tertukar sejak bayi dan tiba-tiba bertemu lagi ketika sudah berajak besar? Sinetron itu justru menghadirkan kekerasan dibalut silat Betawi. Dari segi nasionalisme memang bagus, sinetron ini mengangkat unsur budaya, namun dari segi moral? Nilai moral apa yang terkandung dari adegan seorang anak bisu dan berkacamata yang dibully, dirampas kacamatanya hingga jatuh dan hancur diinjak?

Aku merindukan hari minggu dengan maraton animasi anak. Dulu setiap hari minggu jam 7 pagi, aku menonton animasi Hamtaro, pukul setengah 8 pagi aku menonton Crayon Sinchan, pukul 8 pagi aku menonton Doraemon, pukul 9 pagi aku menonton Detektif Conan, maraton ini berlangsung terus hingga pukul 12 siang. 

Bagaimana dengan tayangan televisi di hari minggu pagi saat ini? Pukul 7 pagi diisi dengan program infotainment, pukul stengah 8 Crayon shincan, pukul 8 Doraemon, pukul setengah 9 Bima Sakti, dan setengah 9 acara musik alay hingga pukul 11. Bagaimana adikku dan adik-adik yang lain dapat menikmati tayangan masa kecilnya? Nanti kalau mereka sudah besar, apa yang bisa mereka ceritakan tentang acara televisi masa kecilnya? Bisakah mereka bercerita seperti aku saat ini? Aku takut kalau mereka justru menceritakan acara lawakan yang mengajari mereka mengejek teman.

Bagi kalian yang memiliki adik yang seumuran dengan adikku, atau kalian yang turut prihatin dengan permasalahan ini, mari kita kenalkan kepada saudara-saudara kecil kita itu tokoh-tokoh yang bermoral dan patut diteladani. Aku berharap dunia pertelevisian kita dapat melakukan rotasi perkembangan seperti dunia fashion saat ini. Apa yang populer di zaman dulu dapat diangkat kembali dan mengulang kepopuleran zaman dulu.

Baiklah, cukup untuk ceritaku hari ini. Semua yang aku ungkapkan di sini hanyalah pemikiran dan perasaanku saja. Jika ada yang ingin menanggapi, silakan share di comment box ya!

Sabtu, 21 Desember 2013

Hari ke 11: Ini tentang MAKANan!

Hai!

Musim hujan gini pasti perut lebih sering meronta-ronta makan ya? Bentar-bentar ke dapur, clingak-clinguk, buka laci atas, laci bawah, kulkas, toples.. Rrrrrgggghhhh.. Itu semua biang gendut! Tapi enak, tapi bikin gendut, tapi susah buat ditinggalin. Ahh..



Nah, nggak jauh dari makan memakan itu, hari ini aku akan membagi menu makan favoritku. Mulai dari menu makan pagi, makan siang, makan malam, sampai cemilan favorit. Nggak perlu banyak basa-basi, yuk intip satu-satu!

Menu Makan Pagi Favorit

Makan pagi atau sarapan merupakan makanan yang berfungsi memberikan asupan energi untuk memulai hari. Kebanyakan orang memilih menu makan paginya yang sederhana dan mudah didapat, seperti roti, sereal, telur ceplok, atau minuman berenergi. Aku pun suka menu makan pagi yang sederhana, mie instan misalnya. Hehehe. Kalau ini sih sederhana banget ya. Tapi ini bukan menu favorit. Yang menjadi favoritku itu nasi putih pulen, ditambah telur dadar dengan irisan cabe dan bawang di dalamnya, dan tak lupa sambal terasi matang. Wuih! Langsung netes nih air liur! Biasanya aku mendapatkan menu makan ini di rumah tercinta, dimasakin sama Ibuk. Hehehe. Sebenarnya aku bisa bikin menu ini sendiri, namun rasanya lebih enak kalau yang dimasak sama Ibuk. Bahan dan cara masaknya sederhana. Cukup sediakan beras, telur, cabe, bawang, tomat, terasi, dan bumbu dapur seperti gula dan garam.

Karena aku orangnya baik hati dan tidak sombong, berikut aku jabarkan cara memasak menu favoritku ini. Pertama, beras dicuci dan ditanak seperti biasa, kalau mau gampang, habis dicuci tinggal dimasukkan ke ricecooker saja :D Habis itu bikin telur dadarnya. Kedua, kita iris kecil-kecil dulu cabe dan bawangnya (boleh bawang merah dan bawang putih), kemudian goreng keduanya sampai layu, setelah itu baru dicampur dengan telur, dan tambahkan sedikit garam. Kocok, dan goreng. Telur dadar beres, kita beralih ke sambal terasi matang. Ambil cabe secukupnya, dua siung bawang merah, dan satu buah tomat. Bersihkan dahulu semuanya. Kemudian goreng hingga layu. Angkat, lalu uleg bersama terasi, gula, dan garam. Dan, menu makan pagi favorit siap dihidangkan! :D

Menu Makan Siang Favorit

Siang hari biasanya saat-saat kantuk dan lelah menggelayut. Di saat seperti ini, perlu santapan yang bisa membangkitkan semangat lagi. Nah, aku ingin menunjukkan menu makan siang favoritku yang biasanya dapat mengembalikan semangat beraktivitasku. Menu itu yaitu Sup Komplit ala Ibuk. Sup ini terdiri atas kubis, wortel, buncis, bunga kubis, kentang, daun bawang, seledri, bakso daging, bakso dari tahu, dan kadang ditambah makroni dan daging. Enaknya ampun-ampunan deh. Menu ini merupakan menu makan siang yang bisa disatap bersama nasi, namun aku lebih suka memakan sup ini tanpa nasi. Rasanya lebih segar dan nikmat. Sup komplit ala Ibuk ini biasa disajikan dengan ditabur bawang goreng di atasnya. Siapa pun yang mencobanya dijamin ketagihan. :P

Menu Makan Malam Favorit

Menu makan malam bagiku tidak terlalu spesial dibanding dengan makan pagi dan makan siang, karena memang jarang sekali memasak untuk makan malam. Biasanya menu makan malam menyesuaikan dengan menu makan siangnya. Bahkan tidak jarang aku beli makanan dari luar. Tidak ada menu khusus untuk makan malam, namun biasanya kalau membeli makanan dari luar, pilihanku lebih condong ke sate ayam. Tidak ada alasan khusus, hanya saja setiap kali buntu akan menu makan malam, pilihan selalu jatuh pada sate ayam. Ya, sesederhana itu. XD

Menu Cemilan Favorit

Bakso bang! Bakso satu porsi nggak pakai sawi! 
Iya, bakso cemilan favoritku. Mau bakso mini, mau bakso komplit, bakso bakar, yang penting bakso! Kadang aku bisa setiap hari ngemil bakso. Yaa gimana nggak setiap hari, Bapak juga penggemar bakso. Hahaha. Kalau musim penghujan seperti ini, hasrat makan bakso meningkat seratus kali. Oooh myyy, andai depan rumah ada yang jual bakso.

Yak, itu semua adalah menu makanan favoritku. Kalau kalian, menu makan favoritnya apa? 

Kamis, 19 Desember 2013

Hari ke 10: Tempat-tempat yang Ingin Aku Kunjungi

Hai!

Huaaahhh.. Rasanya udah lamaaaaa banget aku nggak pergi liburan. Dari zaman masih pusing-pusingnya ngadepin skripsi, sampe sekarang jadi pengusaha tertunda, belum juga ada kesempatan buat liburan. Miris banget ya. Hanya bisa berangan-angan tapi belum bisa dilaksanakan :(

Nah, daripada tambah stres nunggu waktu dan budgetnya ada, mending aku share dulu tempat-tempat yang pengen aku kunjungi itu. Okay? Ini dia!

1. Arena Bermain


Usia tidak membatasi tempat yang ingin dikunjungi kan? Aku ingin bisa menikmati semua wahana permainan di arena bermain. Ingin berteriak lepas ketika menaiki jet coaster atau kora-kora. Ingin hahahihi dengan wahana kuda-kudaan dan istana boneka. Eh stop dulu, ini yang aku bicarakan kok wahana yang ada di Dufan semua? Ya gimana, aku hanya pernah ke dua arena bermain, dufan dan Trans Studio Bandung. Dan yang paling berkesan itu ya Dufan, bagiku TSB masih kalah pamor sama Dufan, kecuali mas-mas ganteng penjaga wahananya itu. Ups! Sebenarnya pengen nyoba ke arena bermain yang lain sih, ke Jatim Park misalnya. Atau arena-arena bermain lain yang ada di Indonesia. Kalau sudah pernah dicoba semua, baru pindah nyobain yang di luar negeri. Semoga bisa tercapai. Amin.

2. Pantai



Siapa sih yang nggak suka pantai? Kecuali orang yang phobia pantai (laut) atau semacamnya ya. Semua orang pasti suka pantai, apalagi kalau bisa lihat sunrise dan sunset di sana. Wuih! Tempat yang kayak begini ini yang bikin aku ngiler. Tidak hanya untuk refreshing, tapi hidup di sana sampai tua. Pantai yang menjadi sasaranku, salah satunya yang ada di Raja Ampat. Beberapa kali lihat liputannya di TV dan selalu terpesona. Eh tapi kalau di sana bisa lihat sunrise dan sunset dalam satu tempat nggak yaa.. Ahh, aku tetap mengidolakan Raja Ampat. Ayo nabung!

3. Belanda



Aku suka bangunan-bangunan yang berarsitektur Belanda. Di dekat tempat tinggalku sekarang ini, ada 3 rumah peninggalan Belanda. Entah itu rumah dibangun saat masa penjajahan Belanda atau dibangun oleh salah satu keturunan Belanda. Kalau dilihat dari gaya bangunannya sih, rumah-rumah itu terlihat kuno dan "nyeni". Tiap kali jalan melewati rumah-rumah itu, mataku selalu tidak lepas memperhatikan ketiganya. Selain itu, bangunan-bangunan kuno di Kota Lama Semarang juga selalu membuatku terpesona. Bangunan-bangunan itu kokoh, megah, dan istimewa. Aku selalu membayangkan kalau aku sedang berjalan-jalan di sebuah tempat yang penuh dengan bangunan-bangunan indah seperti itu. Iya, aku selalu membayangkan aku ada di Belanda. Semoga keinginan itu cepat tercapai.

4. Toko Buku



Ini keinginan jangka pendek yang belum juga kesampaian. Aku ingin sekali ke toko buku, ingin memilih-milih buku dan membeli semuanya yang sesuai dengan selera. Kemarin memang sempat ke toko buku sih, tapi itu hanya semacam stand kecil yang dibuka oleh Gramedia di salah satu supermarket di Kudus. Jadi koleksi buku di sana sangat sedikit dan aku hanya tertarik pada satu dua buku saja, itu pun bukan buku dari penulis favoritku. Hmmm. semoga bisa secepatnya ke Gramedia pusat. 

Ke mana lagi ya? Emmmm.. Mungkin itu dulu tempat-tempat yang ingin aku kunjungi saat ini. Buat kalian yang punya keinginan yang sama denganku, boleh nanti kita pergi bersama. :D

Senin, 16 Desember 2013

Hari ke 9: Kalimat-kalimat Ajaib yang Perlu Ditengok

Hai!

Malam ini aku ingin membagi beberapa kalimat favoritku sekaligus kalimat penyemangatku. Iya, kalimat-kalimat ini istimewa, pas mengena di jantung dan pikiran. Jantung ya, bukan hati. Haha. Oke, nggak perlu banyak basi-basi, silakan kalian baca kalimat-kalimat ajaib berikut ini.

Bodoh itu ketika kamu belum mencoba namun sudah merasa tidak mampu. -Ika Jani Sayekti-

Jangan mencari kawan yang membuat Anda merasa nyaman, tetapi carilah kawan yang memaksa Anda terus berkembang. -Thomas J. Watson-

Ada bagian surga yang terkikis dari masa depanmu, setiap airmata ibu menetes karena rasa kecewanya padamu. -Bernard Batubara-

Apa yang Allah berikan tak pernah terburu-buru, tak pernah terlambat, selalu tepat waktu. -Hijab Alila-

Opportunity does not knock, it present itself when you beat down the door. -Singapore Today-

Kalau pun kamu harus memutuskan sebuah hubungan, putuskanlah karena kesadaran, bukan karena adanya alternatif pilihan. -Bemz_Q-

Terkadang seseorang bersalah bukan karena dia melakukan sesuatu, tetapi karena dia tidak melakukan apa-apa. -Aulia Soemitro-

Ketika orangtua tidak meridhaimu, berarti keberuntungan tidak berpihak padamu. -Ippho Santosa-

Orang sukses adalah orang yang menunda kesenangannya. -Alit Susanto-

Bersyukur dan berterima kasihlah atas semua yang dimiliki, maka nikmat dan kebahagiaanmu akan ditambah. -Pepatahku-

Gimana? Ada yang cocok sama kalian juga? Silakan kalian gunakan sebagai penyemangat dan semoga bisa bermanfaat untuk kedepannya. :)

Sabtu, 14 Desember 2013

Hari ke 8: Surat Cinta Pertama untuk Kamu



Dear Kamu,

Hampir setiap pagi, ketika aku baru saja membuka mataku untuk melihat kenyataan di depanku, bahagia membuncah dalam hatiku. Mendapati kenyataan bahwa Kamu masih ada di sisiku. Menemani di setiap langkah keraguanku. Membimbingku menyusuri jalan setapak yang aku sendiri tidak tahu dimana jalan itu berujung. Kebahagian yang sama, yang aku dapat di dalam mimpi indahku malam itu.

Kamu, masihkah menjadi Kamu-ku yang dulu? Kamu yang selalu menggodaku lewat pesan-pesan singkatmu ketika senja menurun sendu. Masihkah kamu menyimpan ketidaksukaanmu pada sikap aroganku? Dulu, kamu sering menasehatiku, memperingatkanku, bahkan memarahiku ketika aku berkeliaran tak kenal waktu. Dan, masihkah kamu memiliki sifat penasaran akan sesuatu tentangku yang aku sendiri tidak tahu itu rahasia atau bukan.

Oh, aku yang sekarang sudah tidak dengan ke-akuan-ku lagi. Aku yang sekarang adalah aku yang tak dapat menahan kisahku untuk segera aku sampaikan kepadamu. Aku yang sekarang adalah aku yang selalu mengagumimu, tidak seperti beberapa tahun yang lalu, yang selalu memandangmu bukan siapa-siapaku. Aku yang sekarang justru aku yang setiap kali melihat senyumanmu maka hilanglah semua kesedihanku. Melihatmu dari dekat membuatku merasa beruntung telah menjadi salah satu bagian dari hidupmu.

Selamat malam, Kamu. Selamat memeluk mimpi indahmu. 

Rabu, 11 Desember 2013

Hari ke 7: Seandainya Aku Farhat Abbas

Hai!

Mohon perhatian sebentar, apa yang akan kalian baca dalam tulisan ini semuanya murni imajinasi dan hasil pengandaianku semata. Jadi tidak perlu kalian masukkan ke hati, pikiran, atau bahkan ke jiwa. Jika ada kesamaan profesi, istilah, maupun kejadian, semuanya hanyalah kebetulan semata. 

Beberapa waktu yang lalu dunia pertelevisian kita diwarnai oleh seorang pengacara over percaya diri yang bersitegang dengan berondong cakep Al. Di sini ada yang pendukungnya si pengacara itu? Aku berharap ada, karena kali ini aku akan bertransformasi menjadi seorang Farhat Abbas. 

Ssshhhh.. Izinkan aku menghempaskan nafas sejenak.



Seandainya aku Farhat Abbas, rasanya aku sudah kenyang sekali mendapatkan berita heboh dari infotainment. Aku bosan menerima respon atas keberanian dan kejujuranku berbicara. Kalau aku Farhat Abbas, lebih baik aku warnai hari-hariku dengan hal lain yang belum pernah aku jalani sebelumnya agar sifat berani dan jujurku ini bisa mendapatkan respon yang lebih baik. Aku ingin mencoba mengabdikan diri di daerah terpencil di wilayah Indonesia. 

Dengan mengombinasikan ilmu yang aku miliki dan sifat beraniku, aku bisa mendedikasikan diri sebagai seorang pendidik. Di daerah-daerah terpencil masih minim sekali tenaga pendidik yang mengantongi bekal ilmu yang memadai. Jadi nanti selain membantu mengajar siswa-siswi, aku juga akan membagikan ilmu pengetahuanku kepada guru-guru di sekolah itu agar khasanah keilmuannya bisa bertambah. Dengan begitu, sifat beraniku justru memberikan manfaat positif bagi orang lain. Dan ilmu dalam kantong memoriku juga dapat aku gunakan untuk memahamkan orang lain.

Mata pelajaran yang mungkin bisa aku ampu antara lain: Bahasa Indonesia, olahraga, dan kesenian. Pada pelajaran Bahasa Indonesia nanti aku bisa mengajarkan cara berimajinasi yang baik. Menulis cerpen misalnya, aku bisa memberikan contoh cerita pendekku yang cukup menarik tentang kekonyolan seorang anak bersama seorang pengacara ternama. Selain itu, di pelajaran Bahasa Indonesia aku juga dapat memberikan motivasi kepada siswa agar berani berbicara di depan orang banyak. Biasanya siswa-siswi itu malu atau tidak percaya diri ketika berbicara di depan orang banyak. Mungkin nanti aku bisa menunjukkan kepiawaianku berbicara menanggapi berbagai pertanyaan wartawan infotainment. Dengan menghadirkan contoh yang realistis seperti itu, mereka akan lebih termotivasi. Itu menurut pendapatku.

Pada pelajaran olahraga, aku akan mengajarkan kepada mereka sebuah senam baru yang aku beri nama senam pocong. Senam ini berguna untuk kebugaran tubuh. Selama seminggu penuh mereka telah bekerja keras menuntut ilmu, pasti membutuhkan refresging untuk menyegarkan tubuh dan pikiran kembali. Nah, salah satu caranya yaitu dengan senam pocong. Jadi nanti sebelum memulai pelajaran olahraga, aku akan mengajak mereka untuk melakukan senam pocong gun menyegarkan pikiran dan tubuh mereka kembali. 

Dan di pelajaran kesenian nanti aku ingin membebaskan siswa-siswi mengekpresikan diri mereka. Aku ingin melihat keberanian mereka dalam berimajinasi. Setelah itu aku akan menilai kejujuran mereka dalam berekspresi menuangkan imajinasinya tadi. Dengan begitu, generasi-generasi penerus bangsa akan memiliki mental yang pemberani dan jujur. 

Emmmmm.. Apalagi yang bisa aku lakukan seandainya aku Farhat Abbas ya? Ada usul? Tulis di comment box please!


NB: Aku mengucapkan terima kasih kepada para voters yang sudah membantu memilih Farhat Abbas di poolingku kemarin. Pilihan kalian membunuhku guys! Tapi aku senang bisa menuliskan ini. Semoga kalian suka ya. :)

Senin, 09 Desember 2013

Hari ke 6: Ketakutan (mungkin) Butuh Alasan

Hai!

Beberapa hari yang lalu aku sudah pernah membagi hal-hal yang aku senangi, sekarang aku ingin membagikan kebalikannya, yaitu hal-hal yang aku takuti. Kalau dipikir-pikir, bisa dibilang aku tidak memiliki ketakutan yang amat sangat akan sesuatu atau yang sering orang bilang dengan phobia. Ketakutan yang aku alami ini hanya perasaan refleks yang muncul untuk memberikan respon tentang sesuatu yang tidak dapat diterima oleh pikiran dan perasaanku. Yang seperti ini namanya ketakutan kan? 



Pertama, aku takut pada penguntit. Setiap kali mengendarai sepeda motor sendiri, aku akan lebih sering melihat spion motorku untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang membuntutiku dari belakang. Karena jika itu terjadi, pikiran-pikiran burukku akan segera bekerja dan membuatku merasa ketakutan. Aku takut kalau tiba-tiba orang yang di belakangku itu menodongkan senjata ke arahku, aku takut kalu tiba-tiba dia merampas tasku, aku takut kalau tiba-tiba dia menyerempet dan membuatku terjatuh, dan ketakutan-ketakutan lain yang selalu liar di kepalaku. 

Pernah kejadian, waktu itu aku pulang dari mengajar privat sekitar pukul 8 malam. Jam-jam segitu jalan menuju rumahku yang notabene melewati hamparan sawah seperti yang pernah aku tunjukkan di sini, sudah lumayan sepi. Dulu malah di jalan sepi itu sering terjadi penjambretan. Nah, waktu perjalaan pulang itu, hatiku was-was tidak karuan. Aku memacu sepeda motorku kencang sekali. Tiba-tiba, waktu aku melihat spion motorku, tepat di belakangku ada motor yang berjalan mengiringiku. Aku semakin deg-degan dan refleks motorku aku pacu semakin kencang. Setiap kali aku melihat ke spion, orang itu masih ada tepat di belakangku. Karena di jalan tidak ada penerangan sama sekali, aku tidak dapat melihat wajah pengendara di belakangku itu. Sampai akhirnya tiba di gang rumahku, sudah mulai ada penerangan di sini. Dan akhirnya aku dapat melihat wajah si penguntit itu. Alamak! ternyata dia Bapak! Bapakku! Ooohh, lega rasanya. Setelah sampai di rumah, dan aku konfirmasi ke bapak, ternyata beliau tadi mengkhawatirkanku, jadi beliau menungguku di persimpangan jalan. Katanya beliau sudah menghubungi ponselku beberapa kali tapi tidak ada jawaban. Ooooh, Bapak, ternyata si penguntit itu adalah Bapak yang mengawal anaknya. Ternyata ketakutanku dan pikiran-pikiran negatifku itu tidak terbukti. Hehehe.

Kedua, aku takut pada benang layangan. Sebenarnya ini lebih karena miris, bukan ketakutan. Hal ini aku alami semenjak Bapak mengalami kecelakaan gegara benang layangan. Dulu mulut Bapak pernah "sobek" dan mendapatkan beberapa jahitan karena tersangkut benang layangan waktu sedang berkendara di jalan. Membayangkan mulut bapak mengenai benang layangan dan kemudian tertarik hingga ke pipi itu membuatku merasa sangat miris. Dan semenjak itu, setiap kali melihat benang layangan aku teringat kembali peristiwa kecelakaan Bapak.

Ketiga, aku takut pada petir. Aku pernah terkena percikan petir! Entahlah. Aku sendiri juga antara percaya dan tidak. Hujan lebat, petir menyambar-nyambar, dan naik motor (lagi). Rasanya itu seperti tersengat aliran listrik. Tiba-tiba terdengar gemuruh yang menggelegar dan disertai dengan kilatan petir tidak jauh dari tempatku berjalan. Dan tangan kiriku yang memegang stang motor refleks mengibas ke atas karena merasa ada sengatan listrik. Oh! Itu merupakan pengalaman yang terlupakan! Dan membuatku semacam trauma hingga sekarang.

Keempat, aku menghindari hewan-hewan hama, seperti tikus dan kecoa. Hewan-hewan itu membuatku ingin menjauh dan bersembunyi dari mereka. Aku tidak ingin dekat-dekat dengan mereka. Titik.

Dan kelima, aku takut pada hantu. Apapun jenisnya, aku takut. Aku bukan salah satu orang yang memiliki indera keenam yang terbiasa melihat hal-hal seperti itu. Yaa meskipun aku belum memiliki pengalaman secara langsung dengan hantu (dan mudah-mudah tidak pernah), aku bisa mengatakan bahwa aku takut mereka. Melihat penampakan mereka di film-film saja sudah membuatku ketakutan, apalagi kalau harus berhadapan langsung. Aku tidak bisa membayangkan apa yang harus aku lakukan. Semoga hal ini tidak pernah terjadi.

Baiklah, dari ketakutanku yang pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima, mana yang menurut kalian paling logis? Hahaha. Ada yang mengalami ketakutan yang sama atau ketakutan yang lain? Share yuk!

Sabtu, 07 Desember 2013

Hari ke 5: Welahan itu Indah!

Hai!

Kali ini aku akan menunjukkan lingkungan tempat tinggalku. Tempat yang belum terjamah gedung-gedung pencakar langit sama sekali. Hamparan sawah membentang sejauh mata memandang. Meskipun begitu, lingkungan tempat tinggalku ini tidak luput dari jangkauan polusi. Hanya saja jenis polusi di sini berbeda. Kalau di kota-kota besar polusi udara cenderung disebabkan oleh asap kendaraan bermotor, sedangkan di sini polusi itu disebabkan oleh asap pebakaran genteng dan batu bata. Iya, sebagian besar penduduk di sini bermata pencaharian sebagai petani. Ada petani padi, petani genteng, dan petani batu bata. Kalau musim tandur tiba, peandangan di sini aduhai indahnya. Apalagi ketika tiba waktu senja, kita dapat melihat pemandangan senja di atas hamparan padi yang baru menghijau. Tak usah bersusah payah membayangkan, ini aku ada potret langit menjelang senja di sana.

Foto ini aku beri sentuhan editing sedikit untuk mempertajam warnanya.

Pemandangan langit senja itu diambil di jalan yang tidak jauh dari rumahku. Sepanjang jalan itu, kanan dan kiri membentang luas hamparan padi. Aku selalu menyukai melewati jalan itu ketika tiba waktu senja. Selain itu, saat fajar menjelang, hamparan padi di sana berubah menjadi gumpalan kabut pagi yang terbentang bagaikan permadani. Yaa walau tidak setiap hari seperti itu, tapi aku beruntung pernah menikmati berjalan menyibak kabut di sepanjang hamparan sawah itu. Pada saat itu aku merasa seperti bidadari yang berjalan di kayangan. Hahaha, oke ini terlalu berlebihan. Sayang sekali aku tidak punya foto di saat-saat terindah seperti itu. Tapi ini sungguh benar terjadi, lain kali kalau aku mendapati yang seperti itu lagi akan segera aku tampilkan di sini. Janji!

Pemandangan-pemandangan indah itu akan segera menghilang ketika masa ngobong bagi petani genteng dan batu bata tiba. Lingkunganku akan segera dipenuhi dengan asap-asap pembakaran yang menghitam dan disertai dengan aroma yang agak menyengat. Kalau masa-masa ini sudah tiba, aku akan malas sekali pulang ke rumah, dan kalau pun aku di rumah, aku lebih banyak menghabiskan waktuku mengahadap ke depan kipas angin besar untuk mendapatkan udara segar :D

Nah, sekarang kita menuju ke rumahku. Maaf, ralat bukan rumahku, melainkan rumah orang tuaku tempat aku tinggal dan di besarkan. Rumah ini termasuk dalam rumah mungil. Dan seperti rumah-rumah di pedasaan pada umumnya, rumah ini tidak memiliki pagar pembatas di sekelilingnya, kanan kiri rumah langsung bersebelahan dengan tetangga. Bahkan sebelah kirinya berdempetan langsung dengan rumah Pak dhe (kakak laki-laki dari bapak).

Anak-anak di sini suka sekali bermain di rumahku. Yang di pojokan itu, mereka sedang bermain kyu-kyu :D

Foto itu diambil di teras rumahku. Yang terlihat di foto itu hanyalah sebagian teras rumahku, dan halaman rumah tetangga kananku. Sebenarnya halaman rumah ini tidak jauh dari halaman rumah tetangga sebelah yang tampak di situ. Hanya saja, di sudut halaman rumahku dibangun taman kecil oleh ibuku. Beliau menanam bunga warna-warni di sana. Dulu bahkan sempat banyak tertanam mawar di sana, namun karena cuaca dan udara yang kurang mendukung, mawar-mawar itu hanya berumur singkat. Dan sekarang tinggal bunga-bunga yang aku sendiri tidak tahu namanya. Selain itu, di halaman rumahku juga terdapat pohon belimbing. Yaa meskipun buah belimbingnya tidak terlalu istimewa, tapi kehadiran pohon ini mampu membuat rumahku terlihat tidak terlalu gersang.

Kehadiran pohon belimbing di halaman rumahku itu tidak hanya membuat angin segar untuk kami para penghuni rumah, tapi juga beberapa hewan yang ada di sekitar rumah. Aku sering menjumpai dua ekor kucing tetangga berkejaran di pohon belimbing. Mungkin mereka sedang bermain seperti adegan di film-film india itu. Aku juga pernah melihat seekor ayam milik tetangga yang terbang ke atas pohon belimbing ini. Pohon belimbing ini cukup tinggi untuk ukuran ayam yang jarang menggunakan sayapnya untuk terbang. Aku tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh ayam itu di atas sana. Mungkin kalian bisa membantuku memecahkan masalah ini, lihatlah!

Yang bisa nebak apa yang ayam itu lakukan, akan aku beri hadiah.

Baiklah, itu sedikit gambaran tentang lingkungan tempat tinggalku. Untuk kalian yang berada di sekitar tempat tinggalku ini atau kalian yang tertarik mengunjungi tempat tinggalku ini, silakan mampir. Aku akan dengan senang hati menyambut kedatangan kalian. 

Selasa, 03 Desember 2013

Hari ke 4: Lelaki Pencuri Hatiku

Hai!

Hari ini aku ingin membeberkan sedikit isi dari folder "mas-mas ganteng" di laptopku. Iya, aku punya folder seperti ini di laptop. Nih buktinya.

:D
Kenapa aku bisa menyimoan foto-foto mereka? Ya karena aku mengagumi mereka. Ada yang macho, ada yang cute, itu semua bergantung mood. Hahaha. Berikut ini akan aku tunjukkan foto-foto mereka dan aku urutkan dari yang paling aku suka.

1. Reza Rahadian

Reza lagi nganga aja tetep cakep ye! Pfft.
Aktor yang beberapa kali memenangkan penghargaan dalam Festival Film Indonesia ini memang memiliki bakat akting yang luar biasa. Hal itulah yang membuatku mengagumi sosok Reza Rahadian. Bakat aktingnya terlihat menonjol pada saat dia memerankan bapak Habibie dalam film Habibie Ainun. Dalam film itu, Reza dapat memerankan sosok Habibie sesuai dengan karakter yang lekat pada bapak Habibie. Salah satunya yaitu cara bicara bapak Habibie. Ketika menonton film ini, aku antara geli dan kagum, melihat Reza berbicara persis seperti bapak Habibie. Dan peran Habibie ini berhasil membuat Reza menerima penghargaan Pemeran Utama Pria Terfavorit 2013 dalam Indonesian Movie Award.

Hampir Semua film yang diperankan oleh Reza selalu membuatku penasaran untuk segera menontonnya.  Di antara semua penampilan Reza, aku lebih menyukai saat dia memiliki jambang dan brewok tipis di sekitar pipi dan dagunya. Menurutku, penampilan Reza dengan jambang seperti itu membuat tingkat kegantengan dia meningkat 90% di mataku. Dan saat ini aku sedang menantikan tanggal 19 Desember, karena pada tanggal itu film terbarunya yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck akan dirilis di seluruh bioskop di Indonesia. Aku sudah tidak sabar menantikan tanggal 19 Desember ini!

2. Rio Dewanto

Lirikan matamu mas *,*
Aku menyukai si Chinese berbrewok tipis ini sejak dia bermain dalam Film Televisi di SCTV. Waktu itu secara berturut-turut SCTV menayangkan FTV yang diperankan oleh Rio Dewanto. Lama-kelamaan hal itu mebuatku penasaran pada sosok baru ini dan akhirnya membuatku mengaguminya. Kalau lihat dia lagi senyum atau tertawa aduhai manisnya! Jantung ini serasa mau copot. 

Dua aktor Indonesia itu berhasil merebut hatiku di posisi pertama dan kedua. Nah urutan selanjutnya jatuh pada aktor-aktor mancanegara. Simak kegantengannya berikut ini!

3. Andrew Garfield

Emmmmm..
Aku mengenal sosok Garfield ini saat dia memerankan spiderman dalam film The Amazing Spiderman. Mungkin ini bisa dibilang mengagumi pada pandangan pertama kali yaa. Penampilan Garfield begitu menarik sehingga membuatku jatuh hati. Uhuk.

4. Mario Maurer

Uhhh..
Aktor Thailand ini membuatku terkagum-kagum ketika melihatnya berakting dalam film yang berjudul The Love of Siam. Walaupun penampilannya tidak berjambang seperti beberapa aktor yang sudah aku sebutkan di atas, Mario ini memiliki wajah yang cute dan enak untuk dilihat. 


5. Liam Payne

Yes, I do! I DO!!!
Kalau yang ini bisa disebut aktor juga nggak ya? Bisa lah ya, walaupun agak maksa sih. Salah satu personil One Direction ini memang belum pernah berakting dalam film, kecuali film dokumenter bersama boybandnya itu. Yang aku suka dari Liam adalah alis tebalnya. Iya, alisnya itu membuat tatapan Liam tajam dan menusuk hingga ke paru-paru. Apalagi kalau di sekitar dagunya ada jambang tipis. Beuh!


Itulah urutan aktor ganteng dari yang paling aku suka. Kalau melihat dari kelimanya, dapat disimpulkan bahwa aktor yang mampu menarik hatiku adalah mereka yang macho dan mempunyai jambang tipis! That's the point! Ahaha. Dan ini ada satu lagi tambahan laki-laki berjambang yang sangat sangat aku kagumi. Dia tidak berasal dari dunia perfilman, tapi karyanya sudah terkenal hingga ke mancanegara. Dan, suara merdunya selalu terdengar di semua gadget yang aku punya.

Adam Levine

It's just a feeling, just a feeling, just a feeling that i have ~

Oke, sampai ketemu dipostingan selanjutnya ya!

Minggu, 01 Desember 2013

Hari ke 3: I Love Music



Aku suka musik. Aku suka mendengarkan musik.
Di postingan hari ketiga ini, tantangannya yaitu men-shuffle playlist di gadget masing-masing. Dan aku memilih shuffle playlist blackberryku. Berikut sepuluh urutan teratas dari lagu yang berhasil diputar.

1. Fontainebleau - Omorphos
Shuffle playlistku dibuka oleh lagu demo bawaan Blacberry ini. Aku juga nggak tau cara baca judulnya itu gimana. Di playlist tertulis seperti itu, yaudah aku tulis saja.

2. Tetes Embun Pagi - Glenn
Ooh ya Tuhan, ini lagu yang sangat sangat sangat romantis! Lagu ini berisi sajak-sajak romantis betapa dia mengagumi cinta yang dimilikinya. Melalui lagu ini Glenn seperti menyanjung orang yang telah mengasihinya. Ooohh, seandainya lagu itu diciptakan untukkku!

3. Gorilla - Bruno Mars
WOW! Kalau tadi Glenn dengan cinta dan romantisnya, dalam lagu ini Bruno menyajikan jalan cerita yang berbeda. Perasaa cinta yang menggebu dalam hati, sampai-sampai diibaratkan seperti gorila yang jatuh cinta. Aku sendiri juga tidak tahu bagaimana gorila kalau sedang jatuh cinta. Dibalik kisah lagunya yang agak frontal ini, aku suka kemasan musik yang dipakai Bruno. Energik dan menarik.

4. Vacation - G.R.L
YES! Ini lagu yang pas sekali! Semangat vacation yang diberikan G.R.L membangkitkan semangatku pula untuk segera pergi mengistiraharkan pikiranku. Lagu ini mengisahkan seseorang yang ingin pergi liburan dengan pasangan baru. (mungkin) si dia ini baru diputusin pacarnya, dan ingin melepaskan penat dengan orang baru. Pelampiasan gitu maksudnya. Hahaha

5. Love is You - Ten 2 Five
Aku harus cerita apa tentang lagu ini? Rasanya ingin menikmati buaian sajaknya saja. Rasanya itu tenang dan damai saat mendengarkan lagu ini. Apalagi jika ada seseorang yang menyanyikan lagu ini khusus buat aku. Beuh, langsung aku ajakin nikah deh!

6. Fix You - Coldplay
Lagu ini seperti ingin memberikan semangat bagi seseorang yang hampir putus asa dengan hidupnya. Penciptanya adalah vocals coldplay sendiri, waktu itu dia menulis lagu ini untuk istrinya yang baru saja kehilangan ayahnya. Waktu mengetahui latar belakang lagunya yang seperti aku, aku sempat menangis waktu mendengarkannya. Diberikan dorongan semangat oleh suami dengan kata-kata yang romantis seperti itu, aku pasti terharu!

7. Holy Grail - Jay Z ft. Justin Timberlake
Ini masih tentang lagu cinta. Menceritakan kisah tarik ulur dari pasangan. Benci tapi suka. Suka tapi benci. Yaa begitulah cinta.

8. American Idiot - Greenday
Tidak hanya di Indonesia saja yang terdapat pemuda-pemuda pembangkang, di Amerika pun ada. Di lagu ini Greenday menyebutkan bahwa Amerika dikendalikan oleh media. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana, tapi aku suka lagu ini.

9. Clarity - John Mayer
Aku sering mendengar lagu Clarity ini dimix oleh beberapa orang. Tapi aku memilih versi akustik yang dinyanyikan oleh John Mayer ini. Cukup enak untuk didengarkan.

10. Call Me Maybe - Carly Rae Jepsen
Di lagu ini, Jepsen berperan sebagai cewek ganjen yang suka menggoda tetangga barunya. Si tetangga baru ini seorang cowok ganteng dan berbadan bagus. Berbagai cara Jepsen lakukan untuk daat menarik perhatian tetangga baru itu. Sampai Jepsen mencoba menarik perhatiannya dengan mencuci mobil menggunakan berbagai gaya ekstremnya. Jadilah Jepsen terpeleset, jatuh dan pingsan. Si tetangga baru itu melihatnya, dan akhirnya mau menghampiri Jepsen dan menolongnya. Setelah sadar, Jepsen berharap cowok itu akan mengajaknya berkenalan, namun yang terjadi justru dia malah mengajak berkenalan teman-teman cowok Jepsen yang kebetulan berada di situ. Tidak hanya itu, si cowok tetangga baru itu juga memberikan nomor teleponnya ke teman Jepsen. Oo astaga! Dia Gay!

Baiklah, itu dia kesepuluh playlistku yang berhasil terputar karena shuffle. Ada yang punya playlist sama dengan kesepuluh lagu yang aku sebutkan ini? Share yuk!

Sabtu, 30 November 2013

Hari ke 2: Novel.. Mana Novel..

Sebenarnya ini postingan apa sih, kok ada urutan harinya gitu?

Bayar nggak? Dapet hadiah nggak??

Kalau mau ikutan caranya gimana?

Tenang, tenang, akan aku jelaskan pelan-pelan. 
Ini adalah postingan dalam rangka mengikuti tantangan 30 hari ngeblog yang diselenggarakan oleh Keven. Beberapa hari yang lalu waktu lagi jalan-jalan di blog, aku menemukan postingan tentang tantangan ini. Nah karena tertarik dan pengen ikutan, akhirnya muncullah postingan-postingan di blog ini dengan urutan hari seperti ini.

Tantangan ini tidak dipungut biaya sama sekali. Siapa pun boleh ikutan, asal punya blog. Yakali ikut tantangan ngeblog, nggak punya blog -___-. Hadiah disediakan untuk semua orang yang ikutan tantangan ini. Serius. Hadiah akan diterima oleh SEMUA yang ikutan. Hadiahnya yaitu viewer dan follower blog. Buat yang baru-baru ini nyobain blog (aku salah satunya) pasti ini kabar yang sangat menggembirakan dong. 

Yang tertarik dan pengen ikutan juga, langsung masuk ke TKPnya aja, di sini. Buruan ikut, udah lumayan banyak itu pesertanya :D

Nah, kali ini aku akan menjawab klu kedua dari tantangan 30 hari ngeblog ini.
Dari sekian banyak hobi yang dimiliki oleh orang di seluruh dunia, aku atau hatiku terpaut pada membaca. Aku suka sekali membaca novel. Dari novel, aku dapat melihat kehidupan lain dalam imajinasi yang diciptakan oleh penulis. Sama seperti menonton film, ketegangan pada waktu konflik cerita dihadirkan pun dapat aku rasakan ketika membaca novel. Bahkan berulang kali ketegangan yang aku rasakan ketika membaca novel justru lebih dasyat ketimbang menonton visualisasinya dari film. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali film-film yang disadur dari novel. Ketika membaca novel, aku dapat memainkan imajinasiku atas pemeran-pemeran dalam novel itu. Aku bisa membayang tokoh cerita itu adalah aku dan keluargaku, aku dan teman-temanku, aku dan pacarku, atau aku dan Reza Rahadian. 

Selain keasyikan imajinasi yang bisa aku dapatkan, dari novel aku pun bisa banyak belajar ilmu-ilmu baru. Banyak sekali novel fiksi ilmiah yang beredar saat ini. Novel-novel seperti itu tidak hanya membuat kita dapat berimajinasi, tetapi juga berpikir dan merenungkan hal-hal yang disampaikan penulis. Tidak jarang pula dalam novel fiksi ilmiah itu disematkan pengertian-pengertian tentang istilah ilmiah. Aku sangat senang dengan novel yang seperti ini. Jadi aku tidak perlu bersusah payah membaca buku atau pun ensiklopedia tertentu untuk dapat belajar khasanah ilmu lain dari yang sudah aku kantongi saat ini.

Aku bukan tipe pebaca novel yang singkat, juga bukan lambat. Aku bisa menyelesaikan membaca novel dengan ketebalan 450 halaman dalam satu hari, tapi aku juga bisa menyelesaikan membaca novel dengan ketebalan 200 halaman berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Itu semua bergantung bahasa yang digunakan penulis dan jalan cerita yang digambarkannya. Padahal ketika berada di toko buku, aku bisa menghabiskan waktu yang lama untuk memilih novel berdasarkan cover, sinopsis, dan ulasan singkat yag ada di bagian luar novel itu. Tapi memang cover yang bagus tidak selalu menjanjikan isi yang bagus. Itu sebabnya muncul pepatah "Don't judge a book by its cover".

Sedikit cerita, dulu waktu masih kuliah, aku bersama temanku sering mampir ke toko buku. Bukan untuk membeli buku, tapi hanya sekedar membaca-baca sinopsis buku. Ironis ya, tp begitulah adanya. Namanya juga anak kosa, duit pas-pasan. Jika kebetulan ada buku yang bagus, kami hanya bisa memandanginya dan berharap ada bajakannya. Sampai pada akhirnya kami mengucap janji bahwa nanti jika sudah dapat menghasilkan gaji, kami akan belanja buku minimal satu bulan sekali. 

Dan itulah yang sedang aku idam-idamkan saat ini. Dua hari lagi aku akan mendapatkan gaji dari hasil mengajar privat. Meskipun gaji yang aku terima tidak lebih banyak dari gaji buruh saat ini, tapi aku tetap ingin belanja buku. Apalagi stok bacaan terakhir sudah selesai aku baca. Jadi aku harus segera membeli persediaan buku baru.

Oke, cukup untuk postingan hari ini ya. Ini beberapa koleksi novel milikku.

Beberapa masih dipinjem orang :/

Kamis, 28 November 2013

Hari ke 1: Permintaan Maaf, Salam Kenal!

Hai!

Rasanya belakangan ini aku kurang sopan sekali, masuk Blogger nggak pake permisi. Main tulis sana sini tanpa ada basa basi. Maaf, maaf. Akan aku tebus kesalahan itu hari ini.



Perkenalkan, aku Ulfah Mey Lida. Sarjana Pendidikan baru yang baru lulus bulan lalu. Aku lahir pada 5 Mei 1992. Belum terhitung tua untuk memulai menulis blog kan ya? Saat ini aku sedang memulai profesi sebagai seorang blogger dan guru privat siswa SD-SMP. Menjalani hari-hari sebagai seorang sarjana baru, bagiku cukup melelahkan. Banyak sekali kesibukan yang sebenarnya tidak terlalu menyibukkan tetapi benar-benar membuat sibuk. Salah satunya ya ngeblog ini. Pfft.

Aku suka sekali membaca sastra. Apalagi sastra yang ditulis oleh Dee Lestari. Karyanya yang berjudul "Supernova" telah membuatku tersihir untuk mengagumi kehebatannya. Selain itu, aku juga menyukai seni. Seni musik, seni rupa, seni drama, dan seni tari. Musik selalu menolongku di saat-saat terburukku, terutama musik akustik. Aku selalu takjub dengan orang yang bisa mengambil gambar-gambar keren dari kameranya, dan lebih takjub lagi dengan orang yang dapat menciptakan gambar kreatif dengan alat-alat gambarnya. Sebenarnya aku berharap bisa jadi objek foto atau objek gambar mereka. Kalau seni drama, aku menyukai seni ini sejak aku masuk kuliah di bidang sastra. Beberapa kali aku menonton pertunjukkan drama, bahkan aku juga pernah memainkan lakon "Hah!" karya Putu Wijaya bersama teman-temanku di jurusan. Dan yang terakhir, sebenarnya aku tidak terlalu menyukai seni tari, hanya saja aku sangat mengapresiasi orang-orang yang bisa melenturkan tubuh mereka sedemikian rupa hingga dapat menampilkan gerakan yang menakjubkan. 

Aku memiliki hati yang mudah terharu. Memiliki emosi yang mudah naik turun. Dan memiliki sikap terburu-buru setiap waktu. Aku menyadari ini semua, dan bukan berarti aku bangga. Yaa seperti kalimat-kalimat klise yang sering orang katakan, saat ini aku sedang berusaha memperbaiki itu semua agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga kalian tidak semakin menjauhiku setelah membaca pengakuan ini.

Segini saja yaa, biasanya perkenalan yang kelamaan itu malah tidak didengarkan. Hahaha. Sampai ketemu di blogpost berikutnya!